Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna membaca bagi siswa sekolah dasar dalam konteks budaya literasi sekolah. Membaca merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun dalam praktiknya sering dipahami sebatas kegiatan rutin tanpa memperhatikan pengalaman dan pemaknaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca dimaknai siswa sebagai kegiatan untuk menambah pengetahuan, sarana hiburan, serta kewajiban sekolah. Selain itu, budaya literasi sekolah berperan penting dalam membentuk pengalaman dan sikap siswa terhadap membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaknaan membaca siswa tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan membaca, tetapi juga oleh pengalaman belajar dan budaya literasi yang dibangun di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026