Kemajuan pesat media sosial dan bidang Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan telah menciptakan tantangan etis yang serius, terutama dalam meningkatkan penyebaran informasi yang salah dan tindakan pelecehan terhadap perempuan di ruang digital seperti Grok AI di platform X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis etika tersebut dengan pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai alat pencegahan dan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama yang ditemukan adalah penggunaan AI dalam menyebarkan konten yang memanipulasi dan merendahkan martabat perempuan, serta melemahnya kontrol moral dalam berinteraksi di dunia digital (media sosial) sehingga PAI perlu mengalami perubahan dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak yang mulia, literasi digital, serta etika bermedia sosial yang benar sesuai ajaran Islam guna menghadapi fenomena banjir informasi dan munculnya disinformasi serta penyalahgunaan teknologi yang semakin cepat. PAI tidak hanya terbatas pada mengajarkan ritual saja, tetapi juga bertindak sebagai panduan moral yang memberikan keterampilan etis kepada individu untuk mengatasi penyalahgunaan teknologi. Peningkatan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam sangat penting dalam membentuk masyarakat digital yang bertanggung jawab serta menghargai hak asasi manusia di era saat ini..
Copyrights © 2026