Pelabuhan merupakan bagian penting dari infrastruktur logistik dan transportasi yang berfungsi sebagai titik temu antara moda transportasi laut dan darat. Proses naik dan turun kendaraan merupakan salah satu kegiatan operasional inti yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi serta potensi menimbulkan risiko yang berkaitan dengan keselamatan, kelancaran pelayanan, dan kualitas operasional secara keseluruhan. Dalam konteks PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, kegiatan ini berlangsung secara intensif setiap hari sehingga memerlukan pengelolaan risiko yang terstruktur dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional dalam proses naik dan turun kendaraan menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai kerangka strategis yang mampu mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan prinsip ERM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh risiko operasional yang teridentifikasi, terdiri atas enam risiko kategori sedang, dua risiko kategori rendah, dan dua risiko kategori sangat rendah. Upaya pengendalian risiko diprioritaskan pada risiko kategori sedang karena berpotensi mengganggu keberlangsungan operasional dan memengaruhi kepuasan pengguna jasa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko berbasis ERM untuk meningkatkan keselamatan, efektivitas operasional, dan kualitas pelayanan dalam proses naik dan turun kendaraan di pelabuhan.
Copyrights © 2026