Pendidikan di abad ke-21 menyoroti literasi membaca dan berpikir kritis sebagai kompetensi penting bagi siswa. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa Indonesia masih menunjukkan minat baca yang rendah dan keterampilan berpikir kritis yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara minat baca dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model REMAP-PBL (Reading, Mapping, Problem Based-Learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif yang melibatkan siswa sekolah menengah atas kelas 10 (IPA C) yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui penggunaan angket minat baca dan tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana menggunakan Jamovi versi 2.6.44. Temuan penelitian mengungkapkan adanya korelasi positif dengan nilai R2 sebesar 0,435 dan signifikan dengan nilai sig p < 0,001 antara minat baca dengan keterampilan berpikir kritis, yang menunjukkan bahwa 43,5% variasi dalam berpikir kritis siswa dapat dijelaskan oleh minat baca. Hasil ini mengindikasikan bahwa model REMAP-PBL menjadi inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat baca sekaligus keterampilan berpikir kritis siswa, serta mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2026