Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi dengan indikator sosial negatif, seperti daerah kumuh, wilayah yang rawan kejahatan, atau keluarga dengan latar belakang stigma, sering kali mengalami gangguan dalam pengembangan citra diri dan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas konseling berbasis narasi dalam memperbaiki citra diri dan membangun rasa percaya diri anak-anak dari lingkungan yang terstigma. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima anak berusia 10-14 tahun yang tinggal di daerah yang padat penduduk dan terstigma, dengan latar belakang sosial yang rentan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi naratif (cerita dan autobiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling naratif efektif dalam membantu anak-anak mengubah makna dari pengalaman hidup mereka. Anak-anak menunjukkan pergeseran dalam narasi mereka dari yang awalnya negatif menjadi lebih positif dan reflektif. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam rasa percaya diri anak-anak, yang ditunjukkan oleh keberanian mereka untuk tampil, mengungkapkan pendapat, dan mengekspresikan diri secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling naratif adalah pendekatan yang relevan dan memberdayakan untuk intervensi psikososial bagi anak-anak dari kelompok rentan. Pendekatan ini menyediakan ruang aman untuk menyuarakan pengalaman, membangun identitas positif, dan membebaskan diri dari narasi sosial yang menindas.
Copyrights © 2026