Pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan pembelajaran cenderung teoritis dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi realitas sosial secara mandiri. Pembelajaran seharusnya tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada perkembangan karakter dan keterampilan sosial peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mengeksplorasi bagaimana penerapan teori humanistik dalam pembelajaran Sosiologi di sekolah serta implikasinya bagi peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 22 Gowa Jl. Pelita Tamannyeleng, Kec. Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Purposive. Subyek penelitian adalah satu orang guru Sosiologi dan lima orang siswa kelas XI jurusan IPS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, angket, dan studi dokumen.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif Miles & Huberman (1994) yang meliputi tiga langkah utama: reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran humanistik berdasarkan teori Maslow& Rogers pada pembelajaran sosiologi mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran yang memperhatikan hierarki kebutuhan peserta didik, seperti rasa aman, penghargaan, dan aktualisasi diri, terbukti meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran sosiologi.
Copyrights © 2026