Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)

Pengaruh balloon blowing therapy terhadap frekuensi pernapasan pada penderita asma bronchiale

Putri, Risqina (Unknown)
Destari, Popi Lya (Unknown)
Nisa, Maizatun (Unknown)
Ramadhani, Alifa (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Dec 2025

Abstract

Background: Bronchial asthma is a chronic inflammation of the airways caused by an overreaction to allergens. An increased respiratory rate in asthma can lead to heart complications. One treatment to reduce the increased respiratory rate in asthma is balloon therapy, a breathing exercise involving blowing up balloons that can increase lung capacity and strengthen respiratory muscles. Purpose: To determine the effect of balloon therapy on respiratory rate in patients with bronchial asthma. Method: This study used a quasi-experimental design with a one-group pre-posttest design. A total sampling technique was used to select 32 participants with bronchial asthma. The instruments used were a demographic questionnaire and observation sheets for respiratory rate and other vital signs. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: This study demonstrated a significant effect of balloon therapy on respiratory rate in asthma patients (p = 0.001 < α = 0.05). The average respiratory rate of participants before the intervention was 26.12 breaths/minute, then decreased to 23.78 breaths/minute after the intervention. Conclusion: There is a significant effect of balloon therapy on respiratory rate in patients with bronchial asthma. Suggestion: Patients with bronchial asthma can implement balloon therapy interventions when an asthma attack occurs to prevent further complications. Local community health centers can integrate balloon therapy interventions into nursing care for patients with bronchial asthma according to standard operating procedures.   Keywords: Balloon Therapy; Bronchial Asthma; Respiratory Rate.   Pendahuluan: Asma bronchiale merupakan inflamasi kronik pada saluran napas akibat adanya hiperreaksi terhadap alergen. Gejala peningkatan frekuensi napas pada asma dapat menimbulkan komplikasi pada jantung. Salah satu penanganan untuk mengurangi peningkatan frekuensi pernapasan pada asma bronchiale adalah dengan balloon blowing therapy, yaitu latihan pernapasan dengan meniup balon yang dapat meningkatkan kapasitas paru dan memperkuat otot pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh balloon blowing therapy terhadap frekuensi pernapasan pada penderita asma bronchiale. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan pendekatan one group pre-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 32 partisipan dengan asma bronchiale yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik demografi dan lembar observasi frekuensi pernapasan dan parameter tanda-tanda vital lainnya. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh balloon blowing therapy terhadap frekuensi pernapasan pada penderita asma bronchiale secara signifikan dengan p = 0.001 < α = 0.05. Rata-rata frekuensi pernapasan partisipan sebelum intervensi adalah 26.12 kali/menit, kemudian menurun menjadi 23.78 kali/menit setelah intervensi diberikan. Simpulan: Ada pengaruh balloon blowing therapy terhadap frekuensi pernapasan pada penderita asma bronchiale secara signifikan. Saran: Penderita asma bronchiale dapat menerapkan intervensi balloon blowing therapy ketika terjadi kekambuhan asma berulang sebelum menjadi komplikasi lebih lanjut. Puskesmas setempat dapat mengintegrasikan intervensi balloon blowing therapy ke dalam asuhan keperawatan pada penderita asma bronchiale sesuai standar operasional prosedur.   Kata Kunci: Asma Bronchiale; Balloon Blowing Therapy; Frekuensi Pernapasan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...