Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10

Pengaruh nostril breathing terhadap depresiasi tekanan darah pada orang dengan hipertensi usia produktif

Zaki, Muhamad (Unknown)
Sofiani, Yani (Unknown)
Agung, Rizki Nugraha (Unknown)
Rayasari, Fitrian (Unknown)
Kurniasih, Dian Noviati (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Background: Uncontrolled hypertension over a long period of time can lead to heart attacks, strokes, chronic heart failure (CHF), and chronic renal failure (CRF). The prevalence of hypertension in Indonesia's productive-age population is 13.2%, 20.1%, 31.6%, 45.3%, and 55.2%, among those aged 25-34. One non-pharmacological treatment that can be used to lower blood pressure in hypertensive patients is Nostril Breathing. Purpose: To determine the effect of nostril breathing on blood pressure depression in people with hypertension of productive age. Method: This quantitative quasi-experimental study, with pre- and post-tests without a control group, used a cross-sectional approach. This study was conducted at Astra Insurance Jakarta in August 2025 for 5 days, measuring blood pressure before and after the intervention in 40 participants with hypertension. Data analysis used repeated measures ANOVA at a p-value of 0.002 (<0.05). Results: The average systolic blood pressure before the intervention on day 1 was 151.18 ± 7.26, while the average diastolic blood pressure on day 1 before the intervention on the first day was 85.28 ± 6.91. In the next measurement, the average systolic blood pressure after the intervention on day 5 was lower than the previous days, at 133.63 ± 6.13. Meanwhile, the average diastolic blood pressure after the intervention on day 5 was lower than the previous days, at 82.63 ± 4.08. Conclusion: There is an effect of nostril breathing on blood pressure in people with hypertension, marked by a decrease in blood pressure with a p-value = 0.000 (<0.05). Suggestion: For future researchers, to further examine risk factors that influence the degree of hypertension, such as age and obesity, develop nursing interventions through experimental research, for example, the effect of health education on sleep quality on reducing blood pressure, employee behavior such as lack of physical activity, obesity, smoking, coffee consumption, and personality type.   Keywords: Blood Pressure; Hypertension; Nostril Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama akan menyebabkan serangan jantung, stroke, chronic heart failure (CHF), dan chronic renal failure (CRF). Prevalensi hipertensi penduduk usia produktif di Indonesia pada umur 18-24 tahun sebesar 13.2%, umur 25-34 tahun sebesar 20.1%, umur 35-44 tahun sebesar 31.6%, umur 45-54 tahun sebesar 45.3%, dan umur 55-64 tahun sebesar 55.2%. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah Nostril Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh nostril breathing terhadap depresiasi tekanan darah pada orang dengan hipertensi usia produktif. Metode: Penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pre and post without control group menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Asuransi Astra Jakarta pada bulan Agustus 2025 selama 5 hari dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi kepada 40 partisipan dengan hipertensi. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan repeated measure ANOVA pada ketetapan p-value 0.002 (< 0.05). Hasil: Rata-rata tekanan darah sistole sebelum intervensi pada hari ke-1 adalah 151.18 ± 7.26, sedangkan rata-rata tekanan darah diastole hari ke-1 sebelum intervensi pada hari pertama adalah sebesar 85.28 ± 6.91. Pada pengukuran berikutnya didapatkan hasil rata-rata tekanan darah sistole sesudah intervensi pada hari ke-5 lebih rendah dari hari-hari sebelumnya, sebesar 133.63 ± 6.13. Sementara itu, rata-rata tekanan darah diastole sesudah intervensi pada hari ke-5 lebih rendah dari hari-hari sebelumnya, sebesar 82.63 ± 4.08. Simpulan: Terdapat pengaruh nostril breating terhadap tekanan darah pada orang dengan hipertensi, ditandai adanya penurunan tekanan darah dengan p-value = 0.000 (<0.05). Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk meneteliti lebih lanjut faktor risiko yang memengaruhi derajat hipertensi, seperti usia dan obesitas kembangkan intervensi keperawatan melalui penelitian eksperimen, misalnya pengaruh penyuluhan kesehatan tentang kualitas tidur terhadap penurunan tekanan darah. perilaku pegawai seperti kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, konsumsi kopi, dan tipe kepribadian.   Kata Kunci: Hipertensi; Nostril breathing; Tekanan darah.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...