Penelitian ini dilaksanakan sebagai respons terhadap minimnya ketersediaan modul ajar yang lengkap, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Selama ini, proses pembelajaran hanya mengandalkan buku pegangan guru dan lembar kerja siswa yang terbatas pada penyampaian materi dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar IPAS berbasis model Problem-Based Learning (PBL) menggunakan aplikasi Canva untuk siswa kelas V SD, serta mengkaji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses awal dimulai dengan analisis kebutuhan, kurikulum, serta karakteristik siswa. Selanjutnya, modul dirancang menggunakan Canva dengan pendekatan PBL, lalu divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa, sedangkan efektivitas modul diukur dari peningkatan hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (95,69%), kepraktisan sangat baik (guru: 94,75%, siswa: 94,05%), dan efektivitas yang signifikan dengan kenaikan nilai dari 54,59 menjadi 89,32.
Copyrights © 2026