Pada era digital yang berkembang pesat, nilai kearifan lokal dan budaya perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Namun, banyak siswa yang kurang tertarik pada pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal, terutama di tengah dominasi game online. Selain itu, materi IPAS yang diajarkan guru cenderung mengacu pada buku teks nasional, sehingga kurang relevan dengan fenomena dan praktik lokal yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pengembangan e-modul pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal untuk siswa SD dan mengetahui kelayakan serta kepraktisan e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pengumpulan data melalui angket, observasi, dan dokumentasi di SDN 43. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-modul berhasil dilakukan secara sistematis melalui lima tahapan ADDIE, menghasilkan output yang jelas dan saling terkait. E-modul yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan sebagai bahan ajar dengan nilai rata-rata 63,5 dan persentase kelayakan 79%, yang termasuk dalam kategori layak. Aspek materi dan tampilan mendapatkan skor terbaik, menunjukkan bahwa konten berbasis budaya lokal serta tampilan yang menarik dapat meningkatkan relevansi dan daya tarik bahan ajar. Developmet of IPAS Learning E-Modul Based on Local Wisdom for Elementary School Students Abstract In the rapidly evolving digital era, local wisdom and cultural values must be instilled in children from an early age. However, many students show a lack of interest in learning science and social studies (IPAS) based on local wisdom, especially in the context of online gaming dominance. Additionally, much of the IPAS material taught by teachers still relies on national textbooks, which fail to address local phenomena, environments, and practices relevant to students' daily lives. As a result, students often struggle to grasp concepts that are not connected to their personal experiences. This study aims to 1) determine the procedure for developing an IPAS e-module based on local wisdom for elementary school students, and 2) assess the feasibility and practicality of the resulting e-module. The research uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with data collected through questionnaires, observation, and documentation at SDN 43. The results indicate that the e-module development was successfully conducted in a systematic manner following the five ADDIE stages, producing clear and interconnected outputs. The developed e-module meets the feasibility standards as teaching material with an average score of 63.5 and a feasibility percentage of 79%, categorized as feasible. The material and design aspects received the highest scores, demonstrating that locally based content and attractive visuals can enhance the relevance and appeal of learning materials.
Copyrights © 2025