Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan tanah di daerah Perkemahan Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang dimanfaatkan sebagai kawasan wisata air. Informasi mengenai karakteristik geologi bawah permukaan, khususnya sebaran akuifer, sangat diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung yang aman dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah geolistrik konfigurasi Wenner karena kemampuannya dalam memetakan variasi resistivitas secara lateral dan vertikal dengan resolusi yang baik. Data primer diperoleh melalui pengukuran beda potensial dan arus listrik di lapangan, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk menghasilkan penampang resistivitas dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi nilai resistivitas yang mencerminkan heterogenitas litologi bawah permukaan. Zona resistivitas rendah (±5–50 Ohm Meter) diinterpretasikan sebagai lapisan material berpori dan jenuh air, seperti lempung pasiran atau pasir jenuh, yang berpotensi sebagai akuifer dangkal. Sementara itu, zona resistivitas sedang hingga tinggi (±50–300 Ohm Meter) berkaitan dengan material yang lebih kompak dan relatif impermeabel, seperti pasir kering, kerikil, atau batuan dasar, yang berperan sebagai lapisan pembatas aliran air tanah. Distribusi zona-zona tersebut mengindikasikan struktur bawah permukaan yang berlapis dengan potensi akuifer yang terlokalisasi. Informasi resistivitas ini dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi penyediaan air bersih, penempatan bangunan, serta pengembangan fasilitas wisata yang berbasis kondisi geologi dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Identification of Subsurface Soil Layers Using the Wenner Configuration of the Geoelectric Method Abstract This study aims to identify subsurface soil layers in the Gunung Jae Camping Area, Sedau Village, Narmada District, West Lombok Regency, which is utilized as a water tourism area. Information on subsurface geological characteristics, particularly the distribution of aquifers, is essential as a basis for planning safe and sustainable tourism facilities and supporting infrastructure. The Wenner configuration of the geoelectric method was employed due to its capability to map lateral and vertical resistivity variations with good resolution. Primary data were obtained through field measurements of electrical potential differences and current, and subsequently processed using RES2DINV software to generate two-dimensional resistivity cross-sections. The results indicate variations in resistivity values that reflect subsurface lithological heterogeneity. Low-resistivity zones (±5–50 Ohm Meter) are interpreted as porous and water-saturated materials, such as sandy clay or saturated sand, indicating the potential presence of shallow aquifers. Meanwhile, moderate to high resistivity zones (±50–300 Ohm Meter) are associated with more compact and relatively impermeable materials, such as dry sand, gravel, or bedrock, which act as confining layers for groundwater flow. The spatial distribution of these zones suggests a layered subsurface structure with localized aquifer potential. This resistivity information can be directly utilized to determine suitable locations for clean water supply, building placement, and the development of tourism facilities based on geological conditions and sustainable development principles.
Copyrights © 2025