Kemajuan teknologi, seperti penggunaan handphone (HP), telah menjadi bagian integral dalam kehidupan siswa. Kebijakan penonaktifan HP yang diterapkan di sekolah menimbulkan pro dan kontra, karena kemudahan yang sebelumnya dapat diakses dengan mudah menjadi terbatas, yang berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah stres akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan 177 siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari sebagai sampel dari populasi sebanyak 312 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan skala Likert 1-5 untuk masing-masing variabel. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel X (kebijakan penonaktifan HP) adalah 0,948 dan untuk variabel Y (stres akademik) adalah 0,907, masing-masing terdiri dari 24 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan mencakup uji normalitas dan regresi linier sederhana dengan kriteria taraf signifikansi p < a, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak jika p < 0,05. Hasil regresi menunjukkan persamaan Y = 115,168 + 0,596X dengan koefisien regresi b = 0,596 dan t-hitung = 10,671, serta p-value < 0,001, yang menunjukkan bahwa kebijakan penonaktifan HP berpengaruh signifikan terhadap stres akademik siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F hitung = 113,867 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh linear yang signifikan antara kebijakan penonaktifan HP dan stres akademik siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari. The Effect of Deffecteactivating Bringing Cellphones to School on Academic Stress of Class X Students of SMK Negeri 2 Pelaihari Abstract The advancement of technology, such as the use of mobile phones (HP), has become an integral part of students' lives. The policy of banning mobile phones in schools has sparked both support and opposition, as the ease of access previously available is now restricted, potentially affecting students' psychological conditions, one of which is academic stress. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method, involving 177 students from class X of SMK Negeri 2 Pelaihari, selected from a population of 312 students. The research instrument used is a questionnaire with a 1-5 Likert scale for each variable. The Cronbach's Alpha values for variable X (the mobile phone ban policy) are 0.948 and for variable Y (academic stress) are 0.907, with 24 items for each variable. Data analysis techniques included normality testing and simple linear regression, with a significance level of p < a, where H0 is rejected if p < 0.05. The regression results show the equation Y = 115.168 + 0.596X, with a regression coefficient of b = 0.596, t-value = 10.671, and p-value < 0.001, indicating that the mobile phone ban policy significantly affects academic stress. The ANOVA test results show an F-value of 113.867 with a p-value < 0.001, indicating a significant linear influence between the mobile phone ban policy and academic stress in class X students at SMK Negeri 2 Pelaihari.
Copyrights © 2025