Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun kebiasaan Makan Sehat sesuai dengan Kebutuhan Gizi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Negeri 1 Menteng Palangka Raya Annisa; Apriani, Tanti; Khairunnisa; Solekan, Kirana Isabella
Kayuh Baimbai : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Kayuh Baimbai: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV Aisha Edutama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan gizi pada anak sekolah sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar peserta didik mengetahui pentingnya makanan dan minuman yang bergizi dan yang harus dihindari. Metode yang digunakan adalah sosialisasi yang meliputi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, permainan quiz, serta makan dan minum bersama. Jumlah peserta didik yang hadir sebanyak 44 peserta didik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini peserta didik menunjukkan partisipasi yang aktif dengan sikap antusiasme berdiskusi dan mengikuti sesi tanya jawab, serta tingginya minat dan semangat menandakan bahwa materi yang disampaikan berhasil menarik perhatian mereka dan memotivasi mereka untuk mempelajari lebih lanjut lagi tentang gizi dan kesehatan.
Pengaruh Penonaktifan Membawa HP ke Sekolah Terhadap Stres Akademik Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari Hadiansyah, Hadiansyah; Apriani, Tanti; Aslamiah , Aslamiah; Amelia , Rizky
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hdjj7b33

Abstract

Kemajuan teknologi, seperti penggunaan handphone (HP), telah menjadi bagian integral dalam kehidupan siswa. Kebijakan penonaktifan HP yang diterapkan di sekolah menimbulkan pro dan kontra, karena kemudahan yang sebelumnya dapat diakses dengan mudah menjadi terbatas, yang berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah stres akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan 177 siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari sebagai sampel dari populasi sebanyak 312 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan skala Likert 1-5 untuk masing-masing variabel. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel X (kebijakan penonaktifan HP) adalah 0,948 dan untuk variabel Y (stres akademik) adalah 0,907, masing-masing terdiri dari 24 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan mencakup uji normalitas dan regresi linier sederhana dengan kriteria taraf signifikansi p < a, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak jika p < 0,05. Hasil regresi menunjukkan persamaan Y = 115,168 + 0,596X dengan koefisien regresi b = 0,596 dan t-hitung = 10,671, serta p-value < 0,001, yang menunjukkan bahwa kebijakan penonaktifan HP berpengaruh signifikan terhadap stres akademik siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F hitung = 113,867 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh linear yang signifikan antara kebijakan penonaktifan HP dan stres akademik siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari. The Effect of Deffecteactivating Bringing Cellphones to School on Academic Stress of Class X Students of SMK Negeri 2 Pelaihari Abstract The advancement of technology, such as the use of mobile phones (HP), has become an integral part of students' lives. The policy of banning mobile phones in schools has sparked both support and opposition, as the ease of access previously available is now restricted, potentially affecting students' psychological conditions, one of which is academic stress. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method, involving 177 students from class X of SMK Negeri 2 Pelaihari, selected from a population of 312 students. The research instrument used is a questionnaire with a 1-5 Likert scale for each variable. The Cronbach's Alpha values for variable X (the mobile phone ban policy) are 0.948 and for variable Y (academic stress) are 0.907, with 24 items for each variable. Data analysis techniques included normality testing and simple linear regression, with a significance level of p < a, where H0 is rejected if p < 0.05. The regression results show the equation Y = 115.168 + 0.596X, with a regression coefficient of b = 0.596, t-value = 10.671, and p-value < 0.001, indicating that the mobile phone ban policy significantly affects academic stress. The ANOVA test results show an F-value of 113.867 with a p-value < 0.001, indicating a significant linear influence between the mobile phone ban policy and academic stress in class X students at SMK Negeri 2 Pelaihari.
Analisis SOAR dalam Strategi Branding Sekolah di UPTD SD Negeri 3 Asam Asam Apriani, Tanti; Indrasari , Wiwik; Apriani , Tanti; Zuhairiah, Aliza Rifka; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3mvd5r11

Abstract

Strategi branding dalam dunia pendidikan merupakan langkah taktik untuk memperkenalkan sekolah dan mempromosikan citra positif yang dimiliki. Media sosial adalah salah satu alat yang ampuh dalam memperkenalkan citra sekolah ke masyarakat.  Tujuan penelitian ini yakni menganalisis strategi kepala sekolah dalam mem-branding sekolah dan partisipasi warga sekolah terhadap penerapan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Metode yang digunakan pada penelitian adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penerapan branding sekolah dengan analisis SOAR di UPTD SDN 3 Asam Asam, yakni; 1) Pembinaan kegiatan keagaamaan. 2) Menggalakkan program unggulan sekolah seperti Pelatar (Pemanfaatan Lingkungan Sekitar) yang dilaksanakan sebulan sekali. Pelatar bekerja sama dengan perusahaan – perusahaan sekitar. Misal sebulan sekali secara bergantian mengadakan kunjungan ke PLTU Kalselteng. Kegiatan ini tidak hanya sekedar kegiatan kunjungan,namun peserta didik juga membuat laporan tentang kegiatan kunjungan.  3) Menggalakkan program KASIH (Komunikasi Aktif, Semangat Interaksi Hebat) yang dilakukan sebulan sekali bersama orangtua. Kegiatan ini dapat meningkatkan komunikasi antar orangtua dan guru. Guru dan orangtua saling mendengarkan sharing orangtua. Dengan adanya KASIH, hal ini dapat menjalin komunikasi dan kedekatan orangtua,guru dan sekolah. 4) Promosi program sekolah melalui penguatan media sosial dengan tagline Canggih “Cangkal Wan Gigih”. UPTD SDN 3 Asam Asam tidak hanya mengandalkan media social sebagai upaya untuk mem-branding sekolah tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekolah dan merangkul masyarakat sehingga citra sekolah naik dari mulut ke mulut. SOAR Analysis in School Branding Strategy at UPTD SD Negeri 3 Asam Asam Abstract Branding strategies in the world of education are a tactical step to introduce schools and promote their positive image. Social media is one of the powerful tools in introducing the image of the school to the public. The purpose of this study is to analyze the principal's strategy in branding the school and the participation of school residents in the application of SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis. The method used in the study is a type of descriptive qualitative research. The application of school branding with SOAR analysis at UPTD SDN 3 Asam Asam, namely; 1) Fostering religious activities. 2) Promoting school flagship programs such as Pelatar (Utilization of the Surrounding Environment) which is carried out once a month. The background works with local companies. For example, once a month they take turns visiting the South Kalimantan Power Plant. This activity is not only a visit activity, but students also make a report about the visit activity. 3) Promote the KASIH (Active Communication, Spirit of Great Interaction) program which is carried out once a month with parents. This activity can improve communication between parents and teachers. Teachers and parents listen to each other's sharing. With KASIH, this can establish communication and closeness between parents, teachers and schools. 4) Promotion of school programs through strengthening social media with the Sophisticated tagline "Cangkal Wan Gigih". UPTD SDN 3 Asam Asam not only relies on social media as an effort to brand the school but also utilizes the school environment and embraces the community so that the school's image rises by word of mouth.