Batu ureter merupakan salah satu permasalahan urologi yang sering menyebabkan obstruksi saluran kemih dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu lokasi tersering terjadinya impaksi batu adalah Ureterovesical Junction (UVJ), yaitu bagian distal ureter yang secara fisiologis merupakan titik penyempitan. Obstruksi pada area ini dapat menghambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih sehingga berpotensi menimbulkan hidroureter, hidronefrosis, nyeri akut, serta gangguan fungsi ginjal. Dalam menegakkan diagnosis batu ureter, diperlukan modalitas pencitraan yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. CT Scan Urografi saat ini menjadi standar emas dalam pemeriksaan batu saluran kemih karena mampu memberikan gambaran anatomi dan patologi secara detail, cepat, dan akurat, termasuk menentukan lokasi, ukuran, kepadatan batu, serta dampaknya terhadap sistem panggul dan ureter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan CT Scan Urografi dengan manifestasi klinis pada pasien batu ureter di Ureterovesical Junction (UVJ) yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara pasien, serta telaah hasil pemeriksaan pencitraan radiologi. Hasil pemeriksaan CT Scan Urografi menunjukkan adanya batu ureter distal kanan berukuran sekitar ±0,5 cm pada UVJ yang menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis derajat II. Temuan radiologis tersebut sejalan dengan keluhan klinis pasien berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CT Scan Urografi efektif dalam mendeteksi batu ureter serta menilai dampaknya, sehingga berperan penting dalam penegakan diagnosis dan perencanaan penatalaksanaan medis yang tepat dalam pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2025