Kejadian gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas sering terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, sehingga diperlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun, kemampuan pertolongan pertama masyarakat, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), masih terbatas terutama dalam penanganan trauma muskuloskeletal seperti fraktur yang membutuhkan tindakan balut bidai untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dampak penyuluhan kesehatan P3K lalu lintas pada tingkat keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda. Metode penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen pada susunan one group pretest-posttest yang mengaitkan 19 partisipan, ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui cara observasi pada tahap pretest dan posttest setelah peserta menerima penyuluhan melalui media PowerPoint, leaflet, demonstrasi, serta simulasi terarah. Analisa data memakai uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan studi memperlihatkan sebelum kegiatan tersebut, sebagian besar responden berada pada tingkat cukup terampil (68,4%), sedangkan sesudahnya meningkat menjadi kategori terampil (73,7%). Hasil uji statistik mengindikasikan terdapat peningkatan dalam keterampilan sesudah diberikan penyuluhan, pada skor p sejumlah 0,000 (<0,05). Perolehan ini memperkuat bahwasannya penyuluhan kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas serta praktik balut bidai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan anggota palam merah remaja di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda.
Copyrights © 2025