Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Correlation Between Spirituality Levels and Anxiety Among First-Year Students in Health Science Programs Elvina, Rodiana; Fitriani, Dwi Rahmah; Astiningsih, Ni Wayan Wiwin
Genius Journal Vol. 6 No. 1 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i1.453

Abstract

Introduction: Students have various academic demands that must be completed, especially often students must complete within a specified period of time. Anxiety can occur because of many things that need to be solved immediately caused by stressors. The purpose of this study is to determine the relationship between spiritual level and anxiety in new students in the health study program of the University of Muhammadiyah East Kalimantan. Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between spiritual level and anxiety in new students in the health study program of the University of Muhammadiyah East Kalimantan. Research Method: This study was quantitative with a cross-sectional design, sampling technique using random sampling technique and a research sample size of 271 respondents. The research instruments used the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS-21) questionnaires, while the statistical test used the Rank Spearman test. Results: The study showed that most of the new students were in the category of high spiritual level, which was 160 respondents (59.0%), while the level of anxiety of students was mostly in the normal category, which was 123 respondents (45.4%). The results of the statistical test showed a correlation coefficient value of -0.429 and a p-value of 0.000 < 0,05. Conclusion: So it means that there is a relationship between spiritual level and anxiety in new students in the health study program of the University of Muhammadiyah East Kalimantan. With the strength of moderate correlation and the direction of negative relationships, which means that the higher the level of spirituality, the lower the anxiety experienced by students.
Edukasi Perawatan Masa Nifas Ibu Postpartum di Ruang Flamboyan RSUD Taman Husada Bontang Herdianti; Azizah, Regina Nur; Elvina, Rodiana; Sugianto, Ardi Abimanyu; Nurfadilla, Muhammad Izra; Utami, Fathia Wianida; Hajizah, Wardah; Sari, Nadya Indah; Sulaeman, Gusnawati; Anwar, Afifah; Feriani, Pipit; Adinda, Atik; Priyambada, Galih
Jurnal Pesut : Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pesut : Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jp.v3i1.4468

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis yang dimulai setelah persalinan dan berlangsung selama kurang lebih enam minggu. Sekitar 75% terjadi kematian pada ibu akibat komplikasi yang terjadi pasca pesalinan seperti perdarahan parah dan infeksi. Salah satu aspek penting dalam masa nifas adalah perawatan payudara dan puting. Selain perawatan payudara, pijat oksitosin juga menjadi intervensi penting dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum di Ruang Flamboyan RSUD Taman Husada Bontang terkait perawatan masa nifas. Penelitian ini merupakan studi pra eksperimen dengan one group pretest posttest design, yang dilaksanakan melalui 2 tahap, pertama dengan memberikan edukasi kepada ibu postpartum dan tahap kedua adalah praktek teknik pijat oksitosin. Jumlah peserta sebanyak 10 responden. Kegiatan ini berlangsung sekitar 15-20 menit dan dilakukan setiap hari selama 1 minggu. Hasil kegiatan ini menunjukkan perubahan rata-rata pengetahuan responden saat pre test sebesar 50% dan setelah dilakukan edukasi hasil post test meningkat sebesar 90% dengan p value 0,004 < 0,05 selain itu, setelah dilakukan evaluasi semua responden berhasil menyusui bayinya secara eksklusif. Pemberian edukasi perawatan masa nifas efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum di Ruang Flamboyan RSUD Taman Husada Bontang
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan P3K Lalu Lintas Terhadap Tingkat Keterampilan Anggota PMR di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda Herdianti; Elvina, Rodiana; Azizah, Regina Nur; Purdani, Kartika Setia; Kurniawati, Rinda
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i2.45852

Abstract

Kejadian gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas sering terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, sehingga diperlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun, kemampuan pertolongan pertama masyarakat, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), masih terbatas terutama dalam penanganan trauma muskuloskeletal seperti fraktur yang membutuhkan tindakan balut bidai untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dampak penyuluhan kesehatan P3K lalu lintas pada tingkat keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda. Metode penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen pada susunan one group pretest-posttest yang mengaitkan 19 partisipan, ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui cara observasi pada tahap pretest dan posttest setelah peserta menerima penyuluhan melalui media PowerPoint, leaflet, demonstrasi, serta simulasi terarah. Analisa data memakai uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan studi memperlihatkan sebelum kegiatan tersebut, sebagian besar responden berada pada tingkat cukup terampil (68,4%), sedangkan sesudahnya meningkat menjadi kategori terampil (73,7%). Hasil uji statistik mengindikasikan terdapat peningkatan dalam keterampilan sesudah diberikan penyuluhan, pada skor p sejumlah 0,000 (<0,05). Perolehan ini memperkuat bahwasannya penyuluhan kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas serta praktik balut bidai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan anggota palam merah remaja di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda.
Pengaruh Rendam Garam dan Relaksasi Autogenik terhadap Keluarga dengan Lansia Hipertensi: The Effect of Salt Baths and Autogenic Relaxation on Families with Elderly Hypertension Elvina, Rodiana; Setia Purdani, Kartika; Burhanto; Safarudin, Bachtiar
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.401

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas yang secara fisiologis lebih rentan mengalami hipertensi. Terapi rendaman kaki air hangat garam bekerja dengan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun. Sementara itu, relaksasi autogenik merupakan teknik sugesti diri yang bertujuan menciptakan rasa tenang dan rileks, sehingga membantu menurunkan stres, menstabilkan denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Penerapan asuhan keperawatan keluarga dilaksanakan selama 3 hari, dengan durasi ±15 menit pada setiap pertemuan, menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan berupa terapi inovasi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik. Teknik kombinasi ini terbukti menurunkan tekanan darah, Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik membantu klien untuk mengontrol tekanan darah. Berdasarkan penerapan ini diharapkan dapat digunakan sebagai intervensi mandiri bagi perawat untuk menurunkan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi.   Hypertension is a condition characterized by increased blood pressure with systolic values ≥140 mmHg and diastolic values ≥90 mmHg. Older adults, defined as individuals aged 60 years and above, are physiologically more vulnerable to hypertension. Warm salt water foot soak therapy works by promoting peripheral vasodilation, thereby improving blood circulation and reducing blood pressure. Meanwhile, autogenic relaxation is a self-suggestion technique aimed at creating a sense of calm and relaxation, which helps reduce stress, stabilize heart rate, breathing, and blood pressure. Family nursing care was implemented for 3 days, with a duration of approximately 15 minutes for each session, following established Standard Operating Procedures (SOP) through an innovative combination therapy of warm salt water foot soak and autogenic relaxation. This combination technique was shown to reduce blood pressure, indicating that it helps clients control their blood pressure. Based on this implementation, it is expected that this intervention can be used as an independent nursing intervention to reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.