Literasi terhadap teks-teks klasik Islam (Kitab Kuning) dan penguasaan Ortografi Pegon merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Meskipun Pegon berfungsi sebagai jembatan penting antara aksara Arab dan bahasa lokal, banyak siswa di MI Badrussalam menghadapi kesulitan signifikan dalam membaca dan menulisnya, yang pada akhirnya menghambat pemahaman mereka terhadap materi agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran literasi Kitab Kuning dalam mengatasi tantangan penguasaan ortografi Pegon dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya di kelas Awwaliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MI Badrussalam Surabaya, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ortografi Pegon sangat dipengaruhi oleh intensitas interaksi santri dengan teks Kitab Kuning melalui metode tradisional seperti Sorogan dan Bandongan. Strategi pengajaran yang efektif melibatkan pengenalan Pegon secara bertahap dan penggunaan metode yang bervariasi. Kesulitan belajar juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan penggabungan kelas. Implikasinya, integrasi pengajaran Kitab Kuning dan Pegon dengan penataan ulang sistem kelas di masa depan sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi santri secara signifikan.
Copyrights © 2025