Fenomena identitas transgender yang semakin nyata dalam masyarakat modern memiliki implikasi yang signifikan, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga, khususnya keluarga Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keluarga Kristen merespons ketika salah satu anggotanya memilih identitas transgender, dengan fokus pada peran iman Kristen, kondisi sosial yang dihadapi keluarga, dan implikasi pastoral. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui riset kepustakaan, etika Kristen, dan refleksi teologis pastoral, penelitian ini menemukan bahwa keluarga Kristen dipanggil untuk menjunjung tinggi kebenaran Firman Tuhan mengenai identitas gender sekaligus mewujudkan kasih Kristus. Dengan demikian, keluarga Kristen diharapkan memberikan respons yang seimbang, tetap setia pada Kitab Suci, dan mengungkapkan kasih yang tulus dalam menyikapi isu identitas transgender.
Copyrights © 2025