Pencemaran logam berat timbal (Pb) di wilayah pesisir berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan dan kesehatan masyarakat, khususnya pada daerah dengan aktivitas pertambangan dan tingkat konsumsi ikan yang tinggi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan timbal (Pb) pada sedimen dan ikan di Teluk Totok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei berbasis laboratorium, menggunakan teknik purposive sampling pada 16 titik sedimen dan 4 jenis ikan laut, dengan analisis kandungan Pb dilakukan menggunakan metode ICP-MS serta dibandingkan dengan nilai ambang batas ANZG untuk sedimen dan BPOM No. 9 Tahun 2022 untuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi timbal (Pb) pada sedimen berkisar antara 7,45–53,74 mg/kg, di mana satu titik sampling melebihi ambang batas 50 mg/kg, sementara pada ikan ditemukan satu jenis ikan yaitu ikan kurisi (Nemipterus japonicus) dengan kadar Pb sebesar 0,34 mg/kg yang melampaui batas aman konsumsi, sedangkan tiga jenis ikan lainnya masih berada di bawah ambang batas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Teluk Totok telah mengalami pencemaran timbal secara lokal pada sedimen dan biota tertentu, sehingga berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat serta memerlukan perhatian dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan keamanan pangan laut.
Copyrights © 2026