Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Limbah Kendaraan Bermotor yang Ada di Jalan Raya Kakas Langowan Kabupaten Minahasa Agustine Feiby Tungka; Sri Seprianto Maddusa; Rahayu H. Akili
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/kesmas.v12i1.46298

Abstract

Kegiatan usaha bengkel dapat berpotensi mengakibatkan masalah lingkungan berupa pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Banyaknya limbah yang dihasilkan dengan kandungan bahan berbahaya dan beracun serta karakteristik yang berbahaya perlu dilakukan pengelolaan limbah diantaranya pemilahan, pewadahan, pengangkutan, sampai pada pembuangan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan limbah bengkel kendaraan bermotor di jalan raya Kakas Langowan Kabupaten Minahasa dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jumlah informan 5 orang pemilik bengkel. Pemeriksaan keabsaan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemilahan limbah hanya langsung dipilah tanpa melihat karakteristik bahaya limbah, tidak memperhatikan jenis bahan sebagai tempat pewadahan limbah, tidak dilakukannya pengangkutan limbah dengan benar, serta pembuangan limbah yang dilakukan hanya langsung diberikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan limbah untuk digunakan kembali dan kepada pihak pembeli. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari kelima bengkel belum melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan sistem pengelolaan limbah bengkel. Saran untuk pihak bengkel sebaiknya pengelolaan limbah dilakukan sesuai dengan syarat pengelolaan limbah bengkel diantaranya pemilahan, pewadahan, pengangkutan serta pembuangan limbah.
Persepsi Masyarakat tentang Penerimaan Vaksinasi Covid-19 Josefien Rolita Tiwow; Oksfriani Jufri Sumampouw; Sri Seprianto Maddusa
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi telah menjadi kegiatan utama dalam mengatasi pandemic Corona Virus Disease (Covid) 19. Salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan vaksinasi yaitu persepsi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan persepsi masyarakat tentang penerimaan vaksinasi Covid-19. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif yang menggunakan sebanyak 400 masyarakat sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel ini diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 12 responden (3,0%). Responden yang sudah 3 kali divaksin (booster) terdapat 84 responden (21,0%). Responden yang bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 yaitu 6 responden (1,5%) dan yang tidak bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 sebanyak 7 responden (1,7%). Responden yang sudah divaksin lengkap (2-3 kali) sebanyak 82,2%. Responden yang memiliki persepsi cukup baik sebanyak 57,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan Barat Minahasa dominan memiliki persepsi yang cukup baik sehingga dibutuhkan upaya peningkatan persepsi masyarakat melalui edukasi dan promosi.
Evaluasi Intervensi Non-Fisik Hipertensi dan Pembuangan Limbah (Mandi/Cuci) ke Got di Kelurahan Winangun Satu Lingkungan III dan IV Sri Seprianto Maddusa; Resika; Brian Septian Palembo; Liliany Tatambihe; Chikita Amanda Ibur; Lisnawati Valencia; Abril Loisa Isabel Wowor
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 2, Issue 1, September-February 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v2i1.36083

Abstract

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dari intervensi non-fisik yang telah dilakukan sebelumnya. Evaluasi program merupakan rangkaian kegiatan dengan sengaja dan secara cermat untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan atau atau keberhasilan suatu program dengan cara mengetahui efektifitas masing-masing komponennya. Jenis evaluasi yang digunakan adalah evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif merupakan evaluasi setelah suatu skema (rancangan) program/proyek telah selesai dilakukan. Metode yang digunakan dalam evaluasi ini yaitu, pengisian kuesioner, wawancara, pengamatan dan observasi. Dimana pengisian kuesioner post-test II dijalankan saat evaluasi dengan responden evaluasi program intervensi hipertensi non-fisik adalah 11 dan intervensi non-fisik pembuangan limbah (mandi/cuci) ke got adalah 16.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Novel Yunus Runtuwarow; Paul A.T. Kawatu; Sri Seprianto Maddusa
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.28664

Abstract

Latar belakang: Perusahan PT. Tropica Cocoprima bagian Open Area merupakan bagian yang paling berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan yang sering terjadi adalah teriris benda tajam  dan terjatuh karena lantai licin. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan karena tindakan tidak aman dari pekerja, yaitu kurang patuh dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)  pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan November 2019 – Februari 2020. Populasinya ialah seluruh pekerja di bagian open area sebanyak 99 orang, instrument yang digunakan yaitu kuesioner penelitian. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil pengukuran APD sarung tangan yang tidak patuh sebanyak 50 responden (50,5%) dan yang patuh sebanyak 49 responden (49,5%), pengukuran APD sepatu keselamatan yang tidak patuh sebanyak 54 responden (54,5%) dan yang patuh sebanyak 45 responden (45,5%), pengukuran kejadian kecelakaan kerja  yang pernah mengalami kecelakaan sebanyak 60 responden (60,6%) dan yang tidak pernah sebanyak 39 responden (39,4%). Uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan APD sarung tangan dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,000) dan kepatuhan penggunaan sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada  hubungan antara kepatuhan penggunaan APD  dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan.
Analisis Kadar Sulfur Dioksida (SO2) Udara di Kawasan Terminal Malalayang Kota Manado Tahun 2019 Gisela Margaretha Tampa; Sri Seprianto Maddusa; Odi Roni Pinontoan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29116

Abstract

Latar belakang: Tingginya aktivitas kendaraan yang ada di kawasan terminal Malalayang Kota Manado dapat menimbulkan adanya pencemaran udara seperti SO2 yang dapat mempengarhi udara di lingkungan sekitar dan berdampak bagi kesehatan manusia. Metode: Metode yang digunakan observasional dengan pendekatan deskriptif dengan pengambilan sampel selama dua  hari dengan tiga titik sampel. Hasil: Kadar SO2 tertinggi terdapat di titik tiga pada hari kamis sebesar 28,28 µg/Nm3, sedangkan yang terendah terdapat pada titik satu pada hari sabtu sebesar 2,88 µg/Nm3. Kesimpulan: Hasil kadar SO2 yang ada di kawasan Terminal Malalayang Kota Manado masih jauh dibawah standar baku mutu berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999. Disarankan kepada pemerintah agar selalu menjaga dan memelihara kualitas udara di kawasan terminal dan bagi pemilik kendaraan agar dapat merawat mesin kendaraan dan melakukan uji emisi secara berkala.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA KELOMPOK BERISIKO HIV/AIDS DI KOTA MANADO Afnal Asrifuddin; Sulaemana Engkeng; Sri Seprianto Maddusa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v3i1.396

Abstract

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) merupakan penyakit menular yang jumlah penderitanya terus bertambah.Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang rendah oleh orang dengan HIV/AIDS (odha) menyebabkan penyebaran HIV/AIDS sulit dikendalikan. Penderita HIV/AIDS di Sulawesi Utara sejak tahun 1997 sampai Juni 2017 berjumlah 2.444 kasus, berdasarkan distribusi penderita HIV/AIDS menurut kabupaten/kota yang paling banyak adalah Manado dengan HIV sebanyak 275 jiwa dan AIDS sebanyak 610 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada kelompok berisiko HIV/AIDS di Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok bersiko HIV/AIDS yang berdomisili di kota Manado. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok berisiko yang aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh LSM HIV/AIDS yang ada di Kota Manado sebanyak 50 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p yang diperolehuntuk pengetahuan (p=0,082), sikap (p=0,025), stigma (p=0,153), diskriminasi (p=0,560) dan ketersediaan pelayanan (p=0,560). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap dan ketersediaan pelayanan memiliki hubungan dengan kejadian campak.Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Manado bersama dengan LSM Kota Manado untuk dapat mengadakan kegiatan – kegiatan pencegahan HIV dalam rangka menjaring kasus-kasus baru penderita HIV dengan memberikan akses VCT yang dapat dijangkau oleh seluruh kelompok berisiko yang ada di Kota Manado.
Analisis Risiko Kesehatan Konsumsi Kerang (Tridacna Squamosa, Conumurex Luhuanus) yang Mengandung Merkuri (Hg) di Teluk Manado Gilfardo Jeriko Raranta; Sri Seprianto Maddusa; Oksfriani J. Sumampouw
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan aktivitas industri telah memberikan tekanan besar terhadap kualitas air, khususnya melalui akumulasi logam berat di wilayah pesisir. Kontaminan ini kemudian masuk ke ekosistem perairan, diserap oleh organisme laut, dan akhirnya terakumulasi dalam jaringan tubuh mereka. Di antara berbagai jenis logam berat, merkuri menjadi salah satu yang paling berbahaya karena sifatnya yang persisten di sedimen, tingkat kelarutan yang rendah, serta kemampuannya untuk mengalami bioakumulasi pada biota perairan. Kerang Tridacna squamosa dan Conomurex luhuanu, yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, berpotensi menjadi media perpindahan merkuri ke manusia. Penelitian ini dilakukan untuk menilai potensi risiko kesehatan yang muncul akibat konsumsi kerang terkontaminasi merkuri di wilayah Teluk Manado. Metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan pendekatan deskriptif digunakan, melibatkan 65 responden. Sampel kerang diperoleh dari tiga titik lokasi, yaitu Sungai Desa Molas, Sungai Malalayang, dan Daerah Aliran Sungai Tondano, masing-masing sebanyak 100 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium Air Nusantara (WLN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kadar merkuri pada kerang mencapai 0,008 mg/kg. Melalui analisis dengan proyeksi paparan seumur hidup, diperoleh nilai rasio risiko (RQ) yang melebihi angka 1, yang mengindikasikan potensi dampak kesehatan non-karsinogenik dalam 30 tahun mendatang. Untuk meminimalkan risiko tersebut, masyarakat dianjurkan untuk membatasi konsumsi kerang dari area tersebut atau menggantinya dengan sumber protein lain yang lebih aman.
Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Sedimen di Teluk Totok Kabupaten Minahasa Tenggara Stanley Posumah; Sri Seprianto Maddusa; Vennetia Ryckerens Danes
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.987

Abstract

Pencemaran logam berat timbal (Pb) di wilayah pesisir berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan dan kesehatan masyarakat, khususnya pada daerah dengan aktivitas pertambangan dan tingkat konsumsi ikan yang tinggi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan timbal (Pb) pada sedimen dan ikan di Teluk Totok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei berbasis laboratorium, menggunakan teknik purposive sampling pada 16 titik sedimen dan 4 jenis ikan laut, dengan analisis kandungan Pb dilakukan menggunakan metode ICP-MS serta dibandingkan dengan nilai ambang batas ANZG untuk sedimen dan BPOM No. 9 Tahun 2022 untuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi timbal (Pb) pada sedimen berkisar antara 7,45–53,74 mg/kg, di mana satu titik sampling melebihi ambang batas 50 mg/kg, sementara pada ikan ditemukan satu jenis ikan yaitu ikan kurisi (Nemipterus japonicus) dengan kadar Pb sebesar 0,34 mg/kg yang melampaui batas aman konsumsi, sedangkan tiga jenis ikan lainnya masih berada di bawah ambang batas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Teluk Totok telah mengalami pencemaran timbal secara lokal pada sedimen dan biota tertentu, sehingga berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat serta memerlukan perhatian dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan keamanan pangan laut.