Kabupaten Ngawi belum memiliki model pembinaan yang terstandarisasi dan pelatih yang tidak memahami prinsip latihan ilmiah. Akibatnya, pengembangan program pembinaan atlet muda belum berjalan dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penerapan konsep Youth Athlete Development (YAD) sebagai strategi pembinaan jangka panjang yang ilmiah dan berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan pendekatan partisipatif-aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek pemahaman peserta. Nilai rata-rata konsep YAD meningkat dari 48 menjadi 82, pengetahuan sport science dari 52 menjadi 86, kemampuan identifikasi bakat dari 55 menjadi 88, serta penyusunan program latihan dari 50 menjadi 84. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta mampu mengadopsi pendekatan latihan yang lebih sistematis, aman, dan sesuai perkembangan atlet muda. Kesimpulan, kegiatan ini meningkatkan kemampuan pelatih dalam menerapkan prinsip YAD dan ilmu olahraga, dan juga membangun fondasi untuk pengembangan sentra olahraga yang terukur dan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi. Hasilnya menunjukkan betapa pentingnya pelatihan berkelanjutan dan kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat lingkungan pembinaan atlet muda di tingkat daerah.
Copyrights © 2026