Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Guru PJOK terhadap Nutrisi Tumbuh Kembang Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lakarsantri Surabaya Triardhana, Yanuar Alfan; Suyoko, Andri; Lestari, Bhekti; Nurpratiwi, Resti; Ciptorini, Ariesia Dewi; Sidik, Muhammad Asrul; Ilmah, Nur Khozanah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.863 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1308

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pentingnya nutrisi bagi tumbuh kembang anak usia sekolah dasar bagi Guru PJOK di Kecamatan Lakarsantri Surabaya ini bertujuan untuk membekali para guru PJOK di Kecamatan Lakarsantri tentang pentingnya menjaga status gizi anak didiknya, karena untuk dapat menunjang aktivitas fisik para siswa dan juga dalam menunjang tumbuh kembang mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialiasi secara luring tentang gizi anak sekolah dasar menggunakan alat bantu power point, video dan modul pembelajaran. Alat dan bahan yang digunakan oleh tim pengabdian masyarakat ini meliputi laptop, proyektor, speaker, alat tulis, materi sosialisasi dan alat dokumentasi. Materi yang disampaikan pada sosialisasi ini yaitu yang pertama materi gizi anak usia sekolah dasar. Pada materi pertama ini menjelaskan tentang konsep dasar gizi, macam-macam zat gizi, pentingnya gizi pada anak usia sekolah dasar, serta masalah gizi yang umum pada anak sekolah dasar. Pada materi kedua tentang gizi seimbang, menjelaskan tentang 4 pilar gizi seimbang, cara mengukur IMT/U (Indeks Masa Tubuh menurut Umur), serta pesan khusus gizi seimbang untuk anak sekolah. Selanjutnya materi ketiga menjelaskan tentang pemilihan makanan dan minuman yang sehat dan aman untuk anak-anak usia sekolah dasar. Output dalam kegiatan ini adalah kemampuan para guru PJOK dalam pengkondisian siswa-siswa dalam menjaga status gizinya, sehingga kegiatan olahraga yang diajarkan oleh para guru PJOK dapat berjalan optimal serta dapat meningkatkan prestasi siswa dibidang olahraga.
PERPADUAN HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING DAN MODERATE INTENSITY CONTINUOUS TRAINING DALAM PENURUNAN OBESITAS Susilo, Eko Andi; Sumarno, Sumarno; Suyoko, Andri; Sari, Rasma Lupita
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i1.24396

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan serius yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Mengadopsi gaya hidup sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur sangat penting untuk mencegah dan mengatasi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perpaduan High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT) dalam penurunan obesitas. Penelitian ini menggunakan rancangan berupa randomized group pre-test and post-test design untuk mengevaluasi efek dari dua metode latihan yang berbeda, yaitu High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT), dibandingkan dengan latihan Low Intensity pada berat badan dan komposisi tubuh. Sebanyak 20 orang peserta penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok intervensi yang menjalani HIIT dan MICT, serta kelompok kontrol yang menjalani latihan Low Intensity (LI). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam berat badan awal, berat badan akhir, lemak tubuh awal, dan lemak tubuh akhir antara kedua kelompok. Temuan ini dapat memberikan wawasan bagi perancangan program latihan dan intervensi obesitas, menunjukkan bahwa metode-latihan berbeda mungkin tidak selalu menghasilkan perbedaan yang signifikan pada berat badan dan komposisi tubuh. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi respons individu terhadap berbagai jenis latihan.
Analisis Bibliografi dan Visualisasi: Athlete Development Agus, Herdiansyah; Wahdi, Agung Hilmi; Suyoko, Andri; Triansyah, Andika; Malik, Arief Abdul; Fajarullah, Iqbal; Cahyo, Dito Dwi; Awwaludin, Patriana Nurmasnya
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi Maret 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i1.395

Abstract

ABSTRAK Pengembangan dan penelitian terus menerus dilakukan dalam pembinaan atlet, perubahan dan pergeseran fokus serta tujuan olahraga prestasi juga terus bermunculan. Sehingga perlu dilakukan analisis secara bibliometrik artikel-artikel penelitian pada rentang waktu tahun 2013 sampai tahun 2023 yang berkaitan dengan kata kunci athelete development. Analisis dilakukan untuk mengungkap pola perkembangan penelitian, artikel dan penulis terkemuka, jurnal, institusi dan Negara. Visualisasi dilakukan dengan menggunakan VOSviewer. Temuan ini memberikan wawasan bagi bidang keilmuan kepelatihan dan pengembangan atlet, terutama peneliti-peneliti, serta pembaca untuk mengidentifikasi perkembangan penelitian tentang athlete development, serta mengidentifikasi kajian-kajian penelitian terbaru yang potensial. Ditemukan bahwa secara umum penelitian pada kata kunci athlete development terus berkembang, dari tahun 2013 dengan jumlah publikasi sebanyak 16 artikel, meningkat sampai tahun 2023 dengan 50 artikel. United Kingdom menjadi negara paling produktif dengan menyumbang 112 publikasi, dengan jumlah sitasi sebanyak 3276 kutipan terkait athlete development. Kata Kunci: Bibliografi, Tren Penelitian, Pengembangan Atlet, Olahraga
OPTIMALISASI PENCAPAIAN PRESTASI: PENERAPAN MONITORING AKTIVITAS FISIK ATLET DESA BAWEAN Suyoko, Andri; Syafi’I, Imam; Bulqini, Arif; I Dewa Made Aryananda; irsyada, Machfud; Agus Prianoto, David
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4607

Abstract

Manajemen Olahraga Prestasi memiliki kerumitan tersendiri. Seorang pelatih tidak hanya diharapkan memanfaatkan pengalaman sebagai atlet untuk melatih, akan tetapi harus ada kontribusi dari sport science guna memastikan latihan yang dilakukan memiliki dampak yang lebih baik dan terhindar dari cidera. Latihan fisik yang dilakukan oleh atlet memiliki resiko pada kejenuhan hingga berdampak pada terjadinya cidera. Sehingga dipandang perlu dalam kegiatan monitoring latihan setiah hari dan mingguan. Pelatih di Pulau bawean belum memiliki kompetensi dalam menyusun program latihan hingga bagaimana memonitoring hasil latihan yang dilakukan. Intervensi ilmu keolahragaan perlu dilakukan pada komunitas pelatih pulau bawean agar terjadi perubahan pola melatih dan tentunya hasil latihan dengan meningkatnya atlet yang juara. Kegiatan PKM ini fokus pada peningkatan keilmuan hingga mampu implementasi sport science pada proses pelatihan olahraga prestasi di atlet puslatcap tim porprov kabupaten bawean. Strategi yang dilakukan peneliti adalah melakukan proses sosialisasi dan juga workshop berkaitan dengan monitoring latihan. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan makan kegiatan akan dilakukan secara hybrit dengan mengadakan kegiatan offline dan online. Kegiatan online dilakukan sebagai bagian pendampingan pada proses monitoring dan juga implementasi hasil monitoring. Monev kegiatan dilakukan 2 kali untuk memastikan peserta monev benar-benar mampu menjalankan program monitoring pada atlet mereka masing-masing. Luaran PKM ini adalah publikasi pada artikel pengabdian masyarakat di Jurnal Laksana Olahraga, publikasi media massa, dan publikasi video di Youtube Channel.
Relative Leg Press Strength Related to Basal Metabolic Rate (BMR), Body Mass, And Body Fat in Female University Students: Implications for The Prescription of Exercise Fauzi Antoni, Muhamad; Damayanti, Enarnimas Dwi Ratna; Suyoko, Andri; Samudra, Fajar Eka; Andriana, Laily Mita; Yudhistira, Dewangga
Journal of Sport Science and Fitness Vol. 11 No. 1 (2025): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v11i1.31029

Abstract

Introduction: Muscle strength affects metabolic activity and overall well-being, making it a critical component of physical fitness. Objectives: This study examines the relationship between university students' body weight, body fat, leg press strength, and Basal Metabolic Rate (BMR). Method: This study used a cross-sectional analytical design, selected using the purposive sampling technique with comprising female undergraduate students, sport coaching education enrolled in the Faculty of Sports Science at Surabaya State University, 56 participants with the following characteristics:  who were aged (17.4 ± 2.7 years), had a height of (152.5 ± 29.47) cm, and had a weight of (55.15 ± 11.34 kg). Result: The results showed that there was a positive correlation between Basal Metabolic Rate (BMR) and leg press strength (r = 0.283, p = 0.034), indicating that greater lower body strength may help increase metabolism. In contrast, there was no significant correlation between body mass with leg press strength (r = 0.197, p = 0.146) and body fat with leg press strength (r = -0.111, p = 0.417), possibly due to individual differences in muscle distribution and fat storage. Conclusion: These findings emphasize the importance of strength training in improving weight control and metabolic health, especially in females. The study additionally highlights the necessity of additional investigation to gain a deeper comprehension of the mechanisms underlying these relationships and to explore other contributing factors. Overall, this study tells fitness experts how important a customized strength training program is for improving the metabolism and physical health of female college students. 
Normal Walking Speed According to Age and Gender in Preliminary Students in Surabaya Ananda, Naoval Diza; Laswati, Hening; Rejeki, Purwo Sri; Suyoko, Andri
Surabaya Physical Medicine and Rehabilitation Journal Vol. 4 No. 1 (2022): SPMRJ, FEBRUARY 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/spmrj.v4i1.24186

Abstract

Background: Studies on walking have been developed recently because the speed of walking plays an important role in making predictions related to physical health. However, studies of walking speed in children are still relatively few even though the need for such data is quite high considering that walking speed can be used as a parameter to measure physicalhealth.Aim: The purpose of this study is to know the difference in walking speed based on age and gender in elementary school students.Methods: This study used an analytic observational study with a cross-sectional approach. All samples are students from Mojo VI State Elementary School Surabaya aged 7 to 12 years who meet the inclusion criteria using 10-meter walk test. The variable studied was walking speed. Method of sampling was conducted at Mojo VI State Elementary School Surabaya. Walking speed analysis was carried out by using the Kruskal-Wallis test for walking speed based on age and an unpaired T test for walking speed based on gender.Results: This research included 170 subjects that are 90 males and 80 males. Based on age, seven years old students have anaveragewalkingspeedof(1.30±0.21)m/s, eightyearsold students with(1.23±of0.18)m/s, nine yearsold  students with (1.24 ± 0.17) m/s, ten years old students with (1.24 ± 0.19) m/s. eleven years old students with (1.31 ± 0.22) m/s, and twelve years old students with (1.27 ± 0.20) m/s. Based on gender, the average walking speed obtained in male was (1.26 ± 0.19) m/s, while the average walking speed obtained in female was (1.26 ± 0,20)m/s.Conclusion: There is no difference in the speed of walking based on age (p=0.440) at the age of 7 to 12 years and in both genders (p=0.910).
Pengaruh latihan interval dan latihan push-up terhadap daya tahan kardiovaskular dan kekuatan tubuh bagian atas pada remaja Kornia, Muhammad Rizqi; Suyoko, Andri; Pranoto, Adi; Nugraha, Devid Prisma
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 2 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i2.26379

Abstract

Adolescent physical fitness is a crucial determinant of health and long-term well-being, yet global data show that most adolescents fail to achieve recommended activity levels. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining interval training with push-up exercises in enhancing specific components of physical fitness, namely cardiorespiratory endurance and upper body strength. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 29 adolescents who met predetermined inclusion criteria. Physical fitness was assessed using the 12-minute run test (Cooper test) to measure aerobic endurance and a 1-minute push-up test to assess upper-body muscular strength. Data analysis included parametric and non-parametric tests based on normality results. The findings demonstrated a significant increase in VO₂Max from 44.7 to 47.8 ml/kg/min (p = 0.002), alongside a meaningful improvement in push-up performance (p = 0.019). These outcomes confirm that the six-week intervention program effectively enhanced both aerobic endurance and muscular strength. The study concludes that interval training and push-ups, when combined, offer a practical, low-cost, and adaptable exercise model for adolescent fitness development. Beyond the statistical results, the contribution of this study lies in demonstrating how two simple training modalities can be systematically integrated to address key aspects of adolescent health and performance, with direct implications for school-based physical education and youth sports programs.
High-intensity interval training was more effective than moderate-intensity interval training in lowering creatine kinase and interleukin 6 levels among sports students Nurpratiwi, Resti; Suyoko, Andri; Rusdiawan, Afif; Ciptorini, Ariesia Dewi; Sidik, Muhammad Asrul; Lestari, Bhekti; Samudra, Fajar Eka; Triardhana, Yanuar; Pranoto, Adi; Andriana, Laily Mita; Kusuma, I Dewa Made Aryananda Wijaya; Ismalasari, Rini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v6i2.253

Abstract

Background: This study aimed to prove that high-intensity interval training (HIIT) is superior to medium-intensity continuous training (MICT) in reducing creatine kinase and interleukin 6 (IL-6) levels in sports students after 4 weeks of exercise. Methods: The study examined the effects of two different training methods—MICT and HIIT. This study included 30 students aged 19-22 years, using a pretest-posttest control group design. Participants were randomly assigned to MICT, HIIT, or control groups (no training) and trained three times a week for four weeks. Creatine and IL-6 levels were analyzed by blood sampling. Data analysis included descriptive statistics, normality tests, and ANOVA tests to evaluate group differences. Results: HIIT was found to be more effective than MICT and the control group in reducing CK and IL-6 levels in sports students after 4 weeks of training (p< 0.001). Conclusion: The HIIT and MICT reduced creatine kinase and IL-6 levels compared to the control group, but HIIT was more effective in reducing creatine kinase and IL-6 levels than MICT in sports students after 4 weeks of exercise.
Implementasi Pre-Rehabilitasi, Perbaikan Postur, dan Pencegahan Cedera untuk Meningkatkan Performa Atlet Bolavoli di PBVSI Bantul Muhammad; Irsyada, Machfud; Suyoko, Andri; Samudra, Fajar Eka; Pranoto, Adi; Angga, Prayogi Dwina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/fs5p5a08

Abstract

Liga bolavoli baik tingkat amatir maupun profesional di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini berkembang sangat pesat dan telah menjadi bagian dari industri olahraga yang melibatkan banyak disiplin ilmu, serta melibatkan ribuan atlet dari berbagai kelompok usia. Tingginya intensitas kompetisi dan padatnya kalender pertandingan meningkatkan peluang terjadinya cedera, terutama karena karakteristik gerak bolavoli yang menuntut eksplosivitas seperti jump smash, blocking, serta repetisi lompatan dan pendaratan. Tanpa persiapan gerak yang tepat sejak tahap pemanduan bakat, pembinaan usia muda hingga level atlet profesional, risiko cedera akut maupun overuse dapat meningkat. Pre-rehabilitasi, perbaikan postur, dan pencegahan cedera merupakan intervensi preventif yang berfokus pada penataan postur, aktivasi otot fungsional, kontrol gerak, serta stabilitas sendi untuk menurunkan risiko cedera serta menunjang performa optimal dan berkelanjutan. Kegiatan PKM Kolaborasi Nasional ini dilaksanakan di PBVSI Bantul, berlokasi di SMA N 1 Sewon pada 12 Oktober 2024, dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi teori dan praktik mengenai pre-rehab, postural correction, dan injury prevention berbasis kebutuhan gerak spesifik bolavoli. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman atlet mengenai pentingnya prinsip pencegahan cedera untuk meminimalkan risiko pada struktur muskuloskeletal. Selain itu, pelatih juga memahami bahwa implementasi pre-rehab dan perbaikan postur tidak hanya berfungsi mencegah cedera, namun berkaitan langsung dengan peningkatan kesiapan fisik dan performa teknis di lapangan.
Membangun Sentra Olahraga Berbasis Youth Athlete Development: Strategi Praktis Untuk Pembinaan Atlet Muda di Kabupaten Ngawi Nurkholis, Nurkholis; Surono, Surono; Wahyuni, Sri; Marsudi, Imam; Aryananda Wijaya Kusuma, I Dewa Made; Suyoko, Andri; Yudhistira, Dewangga
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.25394

Abstract

Kabupaten Ngawi belum memiliki model pembinaan yang terstandarisasi dan pelatih yang tidak memahami prinsip latihan ilmiah. Akibatnya, pengembangan program pembinaan atlet muda belum berjalan dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penerapan konsep Youth Athlete Development (YAD) sebagai strategi pembinaan jangka panjang yang ilmiah dan berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan pendekatan partisipatif-aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek pemahaman peserta. Nilai rata-rata konsep YAD meningkat dari 48 menjadi 82, pengetahuan sport science dari 52 menjadi 86, kemampuan identifikasi bakat dari 55 menjadi 88, serta penyusunan program latihan dari 50 menjadi 84. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta mampu mengadopsi pendekatan latihan yang lebih sistematis, aman, dan sesuai perkembangan atlet muda. Kesimpulan, kegiatan ini meningkatkan kemampuan pelatih dalam menerapkan prinsip YAD dan ilmu olahraga, dan juga membangun fondasi untuk pengembangan sentra olahraga yang terukur dan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi. Hasilnya menunjukkan betapa pentingnya pelatihan berkelanjutan dan kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat lingkungan pembinaan atlet muda di tingkat daerah.