Berpikir kreatif penting bagi siswa saat mempelajari matematika. Siswa perlu berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah. Pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran matematika realistik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional. (2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 40 siswa. Instrumen tes uraian terdiri dari empat soal dilengkapi dengan kunci jawaban. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel dan SPSS dengan taraf nyata = 0,05. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik meningkat 0,50 (kategori sedang), sedangkan siswa mempeoleh pembelajaran konvensional meningkat 0,40 (kategori sedang). (2) hasil analisis N-Gain guna mengukur besarnya mutu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.
Copyrights © 2025