Artikel ini mengkaji tingginya prevalensi pernikahan dini di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, serta dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup perempuan. Melalui studi kasus di SMPN 1 Jerowaru dan kegiatan posyandu di 12 dusun, penelitian ini mengidentifikasi faktor penyebab, dampak multidimensional, dan strategi pencegahan pernikahan dini dalam kerangka Desa Ramah Perempuan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi tatap muka kepada remaja terkait kesehatan reproduksi, risiko pernikahan dini, pencegahan stunting, serta keterlibatan dalam pelayanan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kesadaran remaja, sementara posyandu berperan strategis dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak meskipun partisipasi masyarakat masih perlu diperkuat. Penelitian ini merekomendasikan sosialisasi berkelanjutan, optimalisasi peran tokoh masyarakat, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Copyrights © 2025