Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh dinamika emosi yang kompleks dan fluktuatif, sehingga memerlukan kemampuan literasi emosi yang memadai. Rendahnya literasi emosi pada siswa SMA berpotensi memunculkan berbagai permasalahan psikososial, seperti konflik dengan teman sebaya, kecemasan akademik, perilaku maladaptif, serta menurunnya kesejahteraan psikologis. Di sisi lain, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait rasio guru BK dan siswa serta belum optimalnya layanan yang bersifat preventif dan pengembangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program Duta Emosi Positif sebagai bentuk penguatan peer counseling dalam meningkatkan literasi emosi siswa sekolah menengah atas. Kegiatan dilaksanakan di SMA Binar Ilmu Kabupaten Bandung dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang melibatkan siswa, guru BK, dan pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Duta Emosi Positif mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi emosi, peran peer counseling, serta pentingnya dukungan emosional sebaya dalam kehidupan sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih empatik, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa, serta membantu optimalisasi layanan BK di sekolah. Pengembangan peer counseling berbasis literasi emosi melalui program Duta Emosi Positif merupakan strategi pengabdian yang relevan dan aplikatif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan perkembangan sosial-emosional remaja di sekolah menengah.
Copyrights © 2026