Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam komunikasi informal antar mahasiswa di lingkungan kampus. Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik berperan penting dalam menunjukkan hubungan antara bahasa, penutur, pendengar, dan konteks tuturan. Mahasiswa, sebagai kelompok sosial yang aktif dalam interaksi sehari-hari, sering menggunakan deiksis secara variatif sesuai dengan situasi percakapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi percakapan langsung, perekaman interaksi, dan wawancara singkat kepada partisipan. Data dianalisis berdasarkan kategori deiksis yang meliputi deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona mendominasi dalam percakapan, terutama penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua, yang menegaskan kedekatan hubungan sosial antar mahasiswa. Deiksis tempat dan waktu digunakan untuk memperjelas konteks lokasi dan durasi kegiatan kampus, sedangkan deiksis sosial tampak dalam pemilihan sapaan yang merefleksikan hierarki akademik. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis bukan hanya sekadar penunjuk dalam bahasa, tetapi juga merefleksikan hubungan sosial, kedekatan, serta budaya komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian pragmatik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa lisan di ranah pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025