Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Media Quizizz Dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa SMP Pada Teks Cerita Rakyat Pulungan, Hoirina; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Sulistyani, Shiwi; Maharani, Tia; Amalia, Nadra
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4737

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan model pembelajaran berbasis media Quizizz dalam meningkatkan kognitif siswa SMP pada teks cerita rakyat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif, dengan data primer hasil observasi dari penyebaran angket. Angket dibagikan melalui media AI Quizizz, berisi 10 butir pertanyaan yang terbagi dalam tiga komponen, yaitu materi teks cerita rakyat, media video, dan penggunaan video sebagai media ajar teks ceita rakyat. Berdasarkan teori pembelajaran konstruktivis, penelitian ini menghipotesiskan bahwa sifat interaktif dan menarik dari Quizizz akan mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang cerita rakyat. Temuan penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan dalam skor post-test siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa Quizizz adalah alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam konteks pemahaman cerita rakyat. Temuan ini berkontribusi pada semakin banyaknya penelitian yang mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan, khususnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar.
Pelestarian Pesta Tapai Sebagai Warisan Budaya Etnis Melayu Batubara: Pendekatan Solusi Melalui Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Amalia, Dhea; Purba, Mega Kristina; Siburian, Mieke Angelika; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Azura, Siti; Siregar, Syamsul Arief; Siallagan, Lasenna
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v2i2.4197

Abstract

Identitas budaya adalah pemahaman mendasar mengenai ciri-ciri unik yang dimiliki oleh suatu kelompok, mencakup pola hidup, tradisi, bahasa, serta nilai-nilai yang dianut oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelestarian Pesta Tapai sebagai sumber daya pariwisata berkelanjutan. Strategi pelestarian mencakup identifikasi nilai budaya, pengembangan model pariwisata berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan kesadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai budaya dalam Pesta Tapai, potensi sebagai objek wisata berkelanjutan, dampak sosial ekonomi, dan tantangan dalam pelestariannya. Pesta Tapai adalah tradisi Melayu yang kaya akan nilai budaya dan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat lokal, dukungan pemerintah, dan upaya dokumentasi yang baik, Pesta Tapai dapat terus hidup sebagai warisan budaya yang berharga. Penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, memperkuat kemitraan antargenerasi, dan mempromosikan tradisi ini secara luas agar dapat dipertahankan dan dinikmati oleh generasi selanjutnya. Dengan langkah-langkah pelestarian yang tepat, Pesta Tapai dapat menjadi simbol keberlanjutan budaya dan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan wisatawan.
Kritik Sosial Puisi “Sia-Sia” Karya Chairil Anwar Dengan Pendekatan Feminisme Hartati, Difa; Amelia, Regita; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Sulistyani, Shiwi; Harahap, Syarafina; Nazra, Yulisin; Sipayung, Atika Wasilah
eScience Humanity Journal Vol 5 No 2 (2025): eSience Humanity vol 5.2. May 2025
Publisher : Asosiasi Ide Bahasa Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/esci.v5i2.279

Abstract

This article analyzes the poem “Sia-Sia” by Chairil Anwar through a feminist literary approach to explore the representation of women and the inequality of gender relations depicted in the poem. The research employs a descriptive qualitative method with content analysis techniques focused on close reading of the text. The primary data source is the poem “Sia-Sia”, which is interpreted using feminist theories, particularly existentialist feminism that highlights how women are marginalized within patriarchal systems. The analysis reveals that the female figure is portrayed as someone who sacrifices and gives everything, only to be rejected without clear reason, while the male figure holds the dominant role in deciding the course of the relationship. This dynamic reflects emotional dominance and unequal power relations, where the woman remains in a subordinate and powerless position. This study contributes to Indonesian literary criticism by offering a new interpretative perspective on Chairil Anwar’s work and enriching feminist literary discourse by demonstrating how literature can reflect and critique social structures that marginalize women.
Implementasi Aplikasi Google Calendar Sebagai Inovasi Dalam Manajemen Jadwal Belajar Peserta Didik Hartati, Difa; Syahkila, Nurul Aisyah; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Harahap, Syarafina; Nazra, Yulisin; Wuriyani, Elly Prihasti; Amalia, Nadra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7582

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Google Calendar sebagai inovasi dalam manajemen jadwal belajar peserta didik kelas VIII SMP Swasta Imelda. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan waktu belajar melalui kalender digital yang lebih fleksibel dibanding kalender cetak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan langsung setelah siswa mendapat sosialisasi singkat mengenai penggunaan aplikasi. Sebanyak 22 siswa terlibat, dan hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mampu membuat jadwal belajar harian lengkap dengan pengingat otomatis dalam waktu relatif cepat. Mereka menilai Google Calendar mudah digunakan berkat tampilan yang sederhana dan fitur sinkronisasi antarperangkat. Namun, beberapa siswa menghadapi hambatan, seperti keterbatasan literasi digital, akses perangkat yang tidak merata, serta waktu sosialisasi yang kurang sehingga partisipasi belum optimal. Temuan penelitian menegaskan bahwa Google Calendar berpotensi meningkatkan keteraturan dan kedisiplinan belajar, terutama bagi siswa yang memiliki akses teknologi memadai. Untuk penerapan lebih luas, dibutuhkan pelatihan lanjutan, dukungan fasilitas sekolah, dan integrasi aplikasi ke dalam kegiatan belajar rutin agar manajemen waktu digital dapat diterapkan secara lebih inklusif dan efektif.
Integrasi Deiksis Dalam Komunikasi Informal Antar Mahasiswa di Lingkungan Kampus: Suatu Kajian Pragmatik Nazra, Yulisin; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Hartati, Difa; Harahap, Syarafina; Simbolon, Ferdinand
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam komunikasi informal antar mahasiswa di lingkungan kampus. Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik berperan penting dalam menunjukkan hubungan antara bahasa, penutur, pendengar, dan konteks tuturan. Mahasiswa, sebagai kelompok sosial yang aktif dalam interaksi sehari-hari, sering menggunakan deiksis secara variatif sesuai dengan situasi percakapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi percakapan langsung, perekaman interaksi, dan wawancara singkat kepada partisipan. Data dianalisis berdasarkan kategori deiksis yang meliputi deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona mendominasi dalam percakapan, terutama penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua, yang menegaskan kedekatan hubungan sosial antar mahasiswa. Deiksis tempat dan waktu digunakan untuk memperjelas konteks lokasi dan durasi kegiatan kampus, sedangkan deiksis sosial tampak dalam pemilihan sapaan yang merefleksikan hierarki akademik. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis bukan hanya sekadar penunjuk dalam bahasa, tetapi juga merefleksikan hubungan sosial, kedekatan, serta budaya komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian pragmatik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa lisan di ranah pendidikan tinggi.
Dampak Budaya Pop Korea Terhadap Pemerolehan Bahasa Korea Sebagai Bahasa Kedua Harahap, Syarafina; Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi; Hartati, Difa; Nazra, Yulisin; Sagala, Revayani; Purba, Mega Kristina; Hutagalung, Naima Azmi; Pane, Puan Annisa; Amalia, Nila Dwi; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meluasnya budaya pop Korea yang memengaruhi minat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari bahasa Korea sebagai bahasa kedua karena terpengaruh dengan hal-hal yang mereka gemari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya pop Korea melalui musik, drama, dan media sosial berkontribusi terhadap pemerolehan bahasa Korea oleh pembelajar non-penutur asli yang dikuasai sebagai bahasa kedua. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pengisian kuisioner dan wawancara yang dilakukan kepada pelajar yang aktif mengikuti budaya pop Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap budaya pop Korea meningkatkan motivasi, kosakata, serta kemampuan pemahaman bahasa Korea para pembelajar. Kesimpulannya, budaya pop Korea memiliki peran signifikan sebagai media pembelajaran bahasa Korea secara tidak langsung, sehingga dapat dijadikan strategi pendukung dalam proses pemerolehan bahasa kedua.