Masalah kekebalan tubuh menjadi isu penting dalam pencegahan penyakit menular, terutama pada remaja yang cenderung kurang mengenal pengobatan tradisional. Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, memiliki kekayaan tanaman obat yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas secara alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai upaya peningkatan daya tahan tubuh. Kegiatan dilaksanakan pada siswa-siswi MAN Kota Palangka Raya yang tergabung dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berjumlah 60 peserta, terdiri dari 27 laki-laki dan 33 perempuan, dengan rentang usia 15–17 tahun. Edukasi diberikan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint, visual, dan leaflet. Desain kegiatan mencakup penyuluhan dan evaluasi akhir menggunakan kuesioner 10 item berskala tiga poin (setuju–netral–tidak setuju). Hasil evaluasi menunjukkan tingginya respons positif peserta: pemahaman materi mencapai 88,33%, kesesuaian materi dan media 91,67%, serta peningkatan pengetahuan 80%. Tanaman obat seperti temulawak, meniran, sambiloto, dan pasak bumi diperkenalkan sebagai imunostimulan alami berbasis kearifan lokal yang mudah diakses. Kegiatan ini meningkatkan antusiasme remaja terhadap tanaman obat serta mendorong pelestarian kekayaan hayati lokal. Edukasi kesehatan berbasis herbal tradisional terbukti relevan dan layak dikembangkan lebih luas sebagai strategi promosi kesehatan yang preventif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025