Penjualan minuman dingin di wilayah Kota Jayapura memiliki potensi pada perekonomian yang dapat menopang ekonomi mandiri pelaku usaha. Peningkatan kesejahteraan usaha mikro kecil tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi saja, namun jauh dari itu, implementasi modal kesehatan dan keselamatan juga perlu ditingkatkan untuk melindungi para pelaku usaha dan pekerjanya. Berdasarkan analisis, pelaksana menemukan bahwa tindakan untuk memperbaiki postur kerja diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi ergonomis pekerjanya, sehingga tidak menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSD) kedepannya. Metode pengabdian ini didasarkan pada tiga langkah yaitu sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi dan inovasi (pembuatan gerobak dan tempat galon yang sesuai dengan antropometri penjual). Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan mendatangi satu-satu pejual minuman dingin sepanjang jalan Kampwolker Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, Kota Jayapura. Pembinaan dan pelatihan ini berupa cara menjaga postur agar tetap netral saat mengangkat, mendorong, menarik, maupun menurunkan barang yang ada disekitar mitra, area jangkauan mitra yang fleksibel, dan sikap berdiri sambil duduk yang perlu diterapkan oleh penjual minuman dingin. Tidak lupa, pengabdi juga melakukan pelatihan mengenai pelayanan yang baik dan ramah untuk membuat pelanggan nyaman berbelanja, termasuk pada pengaturan ergonomi di lingkungan penjualan mereka. Pelaksanaan pre test dan post test mendapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 8,5 dari hasil pre test sebesar 60,7 dan hasil post tes sebanyak 69,2. Artinya terdapat peningkatan pengetahuan pada penjual minuman dingin setelah dilaksanakan pelatihan. Sebelum pembuatan gerobak, pengabdi melakukan pengukuran antropometri pada penjual sehingga pada saat gerobak digunakan, penjual merasa nyaman dan aman terhindar dari MSD.
Copyrights © 2025