Stunting, sebagai masalah kesehatan prioritas nasional, masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 15,1% pada tahun 2024. Salah satu penyebab mendasar adalah kurangnya pemahaman mengenai asupan kunci pada periode emas anak (0-12 bulan) di kalangan ibu nifas, yang berperan sentral dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan melalui edukasi spesifik kepada ibu nifas mengenai empat pilar asupan utama guna mendukung pencegahan stunting. Edukasi ini penting untuk menjembatani kesenjangan informasi dan membekali ibu dengan ilmu yang tepat sebagai fondasi perilaku pengasuhan yang optimal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo pada 28 Juni 2025, melibatkan 30 ibu nifas dengan metode ceramah interaktif berbantuan booklet dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hasul pretest menunjukkan distribusi pengetahuan baik (60%), cukup (30%), dan kurang (10%). Setelah intervensi, posttest mencatat kenaikan tajam pada kategori baik menjadi 83,3% (25 peserta), kategori cukup 16,7% (5 peserta), dan penghilangan kategori kurang (0%). Hasil ini membuktikan efektivitas metode edukasi yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman kognitif peserta secara keseluruhan. Diskusi mengindikasikan bahwa kegiatan telah berhasil mentransfer IPTEKS dan mengisi kesenjangan pengetahuan, sehingga membentuk landasan kritis bagi perubahan perilaku nyata dalam praktik pemberian gizi pada periode emas anak. Rekomendasi untuk keberlanjutan adalah pendampingan rutin dan integrasi materi ke dalam program posyandu
Copyrights © 2025