Pelaku UMKM sektor makanan dan minuman di Kota Langsa menghadapi tantangan utama berupa pemasaran konvensional tanpa strategi merek yang kuat dan penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang masif, sehingga menurunkan daya saing produk sekaligus berkontribusi pada limbah lingkungan yang mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi ini mendorong pelaksanaan PKM untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pemasaran berkelanjutan berbasis eco-branding, memperkuat identitas produk melalui kemasan ramah lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan dampak usaha terhadap kesehatan lingkungan, sehingga mitra mampu bersaing di pasar yang sadar lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif bagi 25 pelaku UMKM yang dipilih purposive, dengan tahapan utama persiapan modul, pre-test pengetahuan awal, penyampaian materi eco-branding dan kemasan berkelanjutan melalui ceramah serta diskusi partisipatif, post-test, dan evaluasi keseluruhan. Hasil kegiatan menunjukkan capaian terukur berupa peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 50,0 (pre-test) menjadi 67,5 (post-test) atau kenaikan 35%, dengan perbaikan signifikan pada pemahaman pemasaran berkelanjutan (45→69), eco-branding (50→65), kesadaran kemasan ramah lingkungan (53→71), dan kesiapan penerapan (52→65). Data kualitatif didukung observasi partisipasi aktif, perubahan sikap peduli lingkungan, serta testimoni peserta tentang potensi peningkatan kepercayaan konsumen dan daya saing. Kegiatan PKM ini memberikan dampak nyata bagi mitra melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapan menerapkan strategi berkelanjutan, kemandirian usaha yang lebih kompetitif, serta manfaat sosial-ekonomi jangka panjang berupa pengurangan limbah plastik dan kontribusi pada kesehatan lingkungan masyarakat Kota Langsa.
Copyrights © 2026