Pembelajaran teori menembak di Akademi Militer masih didominasi metode tatap muka sehingga akses materi dan evaluasi belajar belum optimal. Data awal menunjukkan rata-rata nilai taruna sebelum digitalisasi berada pada angka 69,53, dan meningkat menjadi 78,20 setelah penerapan prototipe sistem digital, sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Prototype Model karena memungkinkan penyesuaian sistem berdasarkan umpan balik pengguna. Analisis kebutuhan menggunakan kerangka PIECES untuk mengevaluasi aspek performa, informasi, efisiensi, kontrol, dan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Odoo ERP sebagai Learning Management System (LMS) memberikan peningkatan efektivitas pembelajaran melalui akses mandiri, penilaian otomatis, serta monitoring hasil belajar taruna.
Copyrights © 2025