Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori The Golden Age dalam perkembangan anak usia dini, mencakup pengertian, konsep dasar, relevansinya terhadap pembelajaran, serta urgensi implementasinya dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran sistematis terhadap empat basis data (Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan Scopus) dengan tanggal pencarian terakhir 20 November 2025. Dari 126 rekaman awal, 54 artikel disaring melalui pemeriksaan judul abstrak, dan 15 studi memenuhi kriteria inklusi sebagai dasar sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar literatur neurosains dan pendidikan menegaskan masa The Golden Age sebagai periode sensitif perkembangan anak yang ditandai oleh tingginya plastisitas otak, sehingga stimulasi kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual perlu diberikan secara konsisten melalui aktivitas bermain yang terarah dan pembiasaan nilai karakter. Relevansinya tercermin dalam kurikulum PAUD yang menekankan pendekatan holistik dan kontekstual, sementara urgensinya terlihat pada kuatnya konsensus penelitian bahwa kualitas stimulasi awal berkorelasi dengan kesiapan belajar jangka panjang. Implikasi praktis bagi pendidik dan orang tua meliputi penyediaan aktivitas bermain terstruktur untuk mengembangkan bahasa, regulasi emosi, interaksi sosial, serta pembiasaan nilai moral-spiritual dalam rutinitas harian, dengan keterlibatan aktif keluarga sebagai lingkungan stimulasi utama.
Copyrights © 2025