Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses adaptasi santri baru terhadap budaya pesantren serta mengidentifikasi faktor-faktor multidisipliner yang memengaruhi terjadinya fenomena boyong pada masa awal mondok di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Malang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan santri baru, santri yang boyong, pengurus, dan ustaz pesantren. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi santri baru merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, kultural, dan pendidikan keislaman yang saling berkelindan. Fenomena boyong terjadi sebagai akibat dari ketidakmampuan santri mengelola tekanan psikologis, lemahnya integrasi sosial, serta belum optimalnya pendampingan adaptasi berbasis nilai-nilai pesantren. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan santri baru perlu dirancang melalui pendekatan multidisiplin agar proses adaptasi berjalan lebih humanis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026