Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan strategi promotif–preventif melalui skrining indeks massa tubuh (IMT) dan komposisi tubuh sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya pada populasi lanjut usia. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan skrining berbasis komunitas dengan model Plan–Do–Check–Action (PDCA) yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan IMT dan analisis komposisi tubuh menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA), evaluasi hasil berdasarkan kriteria WHO Asia-Pasifik, serta tindak lanjut berupa edukasi dan konseling kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 99 partisipan, lebih dari separuh berada pada kategori overweight hingga obesitas, dengan rerata IMT sebesar 24,23 kg/m², disertai tingginya persentase lemak tubuh dan kecenderungan penurunan massa otot rangka, terutama pada kelompok usia lanjut dan perempuan, yang mengindikasikan risiko sarkopenia–obesitas dan gangguan kardiometabolik. Simpulan, bahwa skrining IMT dan komposisi tubuh berbasis komunitas merupakan strategi promotif–preventif yang efektif, praktis, dan aplikatif untuk deteksi dini obesitas, peningkatan kesadaran kesehatan, serta sebagai dasar perencanaan intervensi gaya hidup sehat guna mendukung pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Copyrights © 2025