Abstrak Harga cabai rawit yang fluktuatif menimbulkan ketidakpastian dalam pendapatan yang diterima oleh petani. Kelurahan Teritip merupakan salah satu daerah pengembangan tanaman hortikultura di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, marjin pemasaran, farmers’ share, menganalisis keuntungan lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran, dan menganalisis efisiensi pemasaran cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember tahun 2024 di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Penentuan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini melibatkan 37 responden, termasuk 15 petani cabai rawit, 7 pengumpul, dan 15 pengecer. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Kelurahan Teritip adalah saluran dua Tingkat (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Pengecer-Konsumen). Margin sebesar Rp 15.000,00 per kilogram, dengan bagian harga yang diterima petani sebesar 57% dari harga tersebut. Rata-rata keuntungan pemasaran di Tingkat pedagang pengumpul adalah Rp 4.311,00 per kilogram per responden, sedangkan pengecer memperoleh rata-rata Rp 7.191,00 per kilogram per responden. Pengumpul mencapai tingkat efisiensi 3%, sedangkan pengecer mencapai 8%. Pemasaran cabai rawit termasuk kategori efisien.Kata Kunci: Cabai Rawit, Fluktuasi Harga, Hortikultura, Marjin, Pemasaran.AbstractCayenne pepper prices are subject to fluctuations, which result in farmers experiencing income uncertainty. This research aims to determine the efficiency of cayenne pepper marketing in Teritip Village, East Balikpapan District, Balikpapan City, as well as the marketing margins, portion received by farmers, and profits earned by each marketing institution. Teritip Village, Balikpapan Timur Subdistrict, Balikpapan City, was the site of this investigation from November to December 2024. The sampling methods employed were purposive sampling and snowball sampling. A total of 37 respondents participated in the study, which included 15 chili pepper farmers, 7 collectors, and 15 retailers. The analysis methodologies implemented included descriptive analysis and marketing efficiency analysis. The study's findings suggest that the chili pepper marketing channel in Teritip Village is a two-level marketing channel (producer-collectors-retailers-consumer). Farmers receive 57% of the total marketing margin, which is Rp 15,000.00 per kilogram. The average marketing profit of collectors is Rp 4,311.00 per kilogram per respondent, while the average profit of retailers is Rp 7,191.00 per kilogram per respondent. Retailers attain an efficiency level of 8%, while collectors attain a percentage of 3%. Marketing of cayenne peppers is efficient.Keywords: Cayenne Peppers, Price Fluctuations, Horticulture, Margin, Marketing.
Copyrights © 2025