Permainan tradisional merupakan praktik budaya yang dekat dengan anak-anak di masyarakat pedesaan. Permainan tradisional tidak hanya sebagai hiburan namun juga memiliki nilai budaya seperti nilai gotong royong, kerjasama, disiplin, kebersamaan, sportivitas, toleransi, empati, dan nilai pendidikan dilihat dari aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran permainan tradisional sebagai nilai budaya dan pendidikan sebagai praktik sosialisasi anak di masyarakat pedesaan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik dokumentasi dan dianalisis melalui reduksi, data display, dan triangulais data. Hasil temuan menunjukkan jika permainan tradisional dapat menjadi ruang belajar sosialisasi anak dengan perasaan gembira dan tanpa menggurui. Anak-anak melakukan interaksi sosial, komunikasi, internalisasi nilai budaya dan pendidikan. Meskipun tantangan modernisasi dan teknologi hadir sehingga dibutuhkan upaya revitalisasi dari stake holder pendidikan, pemerintah, dan masyarakat agar permainan tradisional tetap dapat berkontribusi terhadap kemampuan sosial anak dan nilai budaya toleransi, gotong royong, disiplin, empati, jujur, dan menghargai tetap dapat diwariskan sebagai karakter bangsa Indonesia.
Copyrights © 2025