Pendidikan karakter merupakan inti dari fungsi pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi berakhlak, beretika, dan bertanggung jawab sosial, namun di era modernisasi digital fungsi ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral, meningkatnya individualisme, serta kesenjangan sosial-digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pendidikan karakter di tengah arus modernisasi digital melalui perspektif sosiologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh dari literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi digital memperlemah kontrol sosial, menggeser nilai kolektif menjadi pragmatis, serta menimbulkan reproduksi sosial akibat ketimpangan akses teknologi. Analisis teori Durkheim, Marx, dan Mead menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dipandang sebagai mekanisme sosial yang terintegrasi dengan perubahan masyarakat modern. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kultur sekolah melalui pembiasaan positif dan keteladanan guru, kolaborasi Tri Pusat Pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, pengembangan literasi digital beretika, serta peningkatan kompetensi guru sebagai teladan moral dan agen literasi digital. Dengan sinergi nilai religius, sosial, dan digital, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi benteng moral yang menyiapkan generasi muda adaptif menghadapi arus modernitas.
Copyrights © 2025