Latar belakang: Status gizi mencerminkan keseimbangan antara konsumsi, penyerapan, dan penggunaan zat gizi. Gizi lebih menjadi masalah utama di Indonesia. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi berat badan lebih pada dewasa mencapai 14,3% dan obesitas 23,4%. Di Jakarta Selatan, prevalensi berat badan lebih sebesar 16,7%. Tujuan: Menganalisis hubungan antara perilaku sarapan dan konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II (Januari–Februari 2025). Metode: deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada 84 mahasiswa yang dipilih secara systematic random sampling. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan mahasiswa adalah 81,29 (kategori baik). Sebagian besar mahasiswa sarapan, namun tidak memenuhi rekomendasi energi sarapan (15–30% kebutuhan harian). Rata-rata frekuensi konsumsi minuman berpemanis adalah 8,9 kali/minggu. Asupan gula harian dari minuman berpemanis sebesar 5,6%, melebihi batas anjuran WHO. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara perilaku sarapan (p=0,027), frekuensi konsumsi minuman berpemanis (p=0,006), dan asupan gula harian (p=0,007) dengan status gizi mahasiswa. Disarankan edukasi melalui media digital dan penyediaan air minum gratis di lingkungan kampus.
Copyrights © 2025