Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) meliputi intra uterine device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan, vasektomi atau metode operasi pria (MOP), serta tubektomi atau metode operasi wanita (MOW). Sementara itu, metode non-MKJP mencakup kondom, suntikan, dan pil. Dalam memilih serta menggunakan metode kontrasepsi, wanita perlu mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan dan potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 98 orang. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil uji uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi penggunaan MKJP yaitu sebesar (57%) dan paling banyak menggunakan MKJP IUD (29%). Pengetahuan ibu terhadap penggunaan MKJP paling banyak pada kategori kurang (56%) dan sikap ibu terhadap penggunaan MKJP paling banyak pada kategori kurang (58%). Hasil uji bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan pengetahuan terhadap penggunaan MKJP (p = 0,000 < α (0,05)), terdapat hubungan sikap terhadap penggunaan MKJP (p = 0,00 < α (0,05)) dan terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan MKJP (p = 0,00 < α (0,05)). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh.
Copyrights © 2025