Dalam keseharian remaja, smartphone telah menjadi perangkat yang tak terpisahkan; meskipun demikian, konsumsi yang berlebihan diyakini berpotensi memengaruhi mutu tidur mereka. Studi ini berupaya mengidentifikasi korelasi antara intensitas pemakaian smartphone dan kualitas tidur di kalangan remaja yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Banda Aceh. Peneliti menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional, melibatkan sebanyak 75 siswa kelas XI sebagai partisipan yang dipilih secara acak. Pengumpulan data memanfaatkan dua alat ukur, yakni Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) untuk mengukur tingkat adiksi terhadap smartphone serta Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai mutu tidur. Temuan pada analisis univariat memperlihatkan bahwa sebanyak 49 siswa (65,3%) menunjukkan penggunaan smartphone pada tingkat tinggi, sementara 48 responden (64%) mengalami kualitas tidur yang rendah. Uji Chi-Square sebagai analisis bivariat mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan kualitas tidur remaja (nilai p = 0,182). Namun demikian, pola yang teramati menunjukkan bahwa siswa dengan frekuensi penggunaan smartphone yang lebih besar cenderung memiliki kualitas tidur yang kurang optimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja di SMAN 1 Banda Aceh memiliki kecenderungan terhadap penggunaan smartphone yang intens disertai dengan rendahnya kualitas tidur, walaupun secara statistik kedua variabel tersebut tidak terpapar relasi yang bermakna. Untuk itu, disarankan agar sekolah, orang tua, serta para siswa lebih memperhatikan pentingnya pengelolaan penggunaan smartphone secara sehat dan penanaman pola tidur yang baik melalui edukasi yang berkesinambungan.
Copyrights © 2025