Culture shock merupakan pengalaman yang umum dialami oleh santri baru ketika memasuki lingkungan pondok pesantren yang memiliki sistem budaya, nilai, norma, dan pola kehidupan yang berbeda dari latar belakang sebelumnya. Fenomena ini berpotensi menghambat proses adaptasi psikologis dan aktivitas belajar santri apabila tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi interpersonal pengurus dalam menangani culture shock santri baru di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kalibeber Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus menerapkan komunikasi interpersonal yang ditandai dengan empati, keterbukaan, sikap suportif, serta pendampingan yang berkelanjutan dalam membantu proses adaptasi santri. Melalui komunikasi yang intensif dan dukungan emosional, pengurus berperan sebagai fasilitator adaptasi budaya sehingga mampu menurunkan tingkat kecemasan santri baru dan mempercepat integrasi mereka ke dalam budaya pesantren. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi interpersonal sebagai strategi dalam menangani culture shock di lingkungan pendidikan keagamaan.
Copyrights © 2026