Penerapan evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar masih menunjukkan perbedaan tingkat pemanfaatan dan efektivitas antar satuan pendidikan, sehingga perlu dikaji secara empiris melalui observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan efektivitas evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik pada sembilan sekolah dasar di beberapa kabupaten/kota, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media evaluasi digital seperti Quizizz, Google Form, Kahoot, Wordwall, Educaplay, dan Gimkit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media evaluasi digital mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik, mempercepat proses penilaian, serta membantu guru dalam pengolahan hasil evaluasi pembelajaran. Namun, kendala masih ditemukan berupa keterbatasan akses internet, kesiapan sarana dan prasarana, serta literasi digital guru dan peserta didik yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran berbasis digital efektif diterapkan di sekolah dasar apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai dan peningkatan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026