Kanker payudara masih menjadi persoalan kesehatan global yang serius, dan kebutuhan akan agen terapeutik baru yang lebih efektif serta aman tetap mendesak. Studi ini menelaah potensi beberapa senyawa nabati seperti andrographolide, kuersetin, taxifolin, cafestol, apigenin, mangiferin, sesamin, gingerol, dan zingiberene menggunakan pendekatan in silico. Penilaian dimulai dengan evaluasi karakteristik fisikokimia melalui Swiss Absorption, Distribution, Metabolism, and Excretion (SwissADME), lalu dilanjutkan dengan prediksi profil absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas menggunakan pkCSM, PreADMET, serta Toxtree. Analisis struktural mencakup optimasi geometri molekul dan penyaringan farmakofor untuk mengidentifikasi fragmen aktif, disertai validasi protokol docking melalui perhitungan Root Mean Square Deviation. Simulasi pengikatan molekul dilakukan dengan AutoDock dan SwissDock, sementara hasil pengikatan divisualisasikan menggunakan PyMOL, Discovery Studio, dan LigPlot+ untuk memetakan interaksi residu target. Hasil menunjukkan bahwa beberapa senyawa memiliki energi pengikatan yang menguntungkan dan membentuk interaksi hidrogen yang stabil pada situs aktif. Beberapa molekul juga memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five dan menunjukkan profil ADMET yang menjanjikan. Berdasarkan temuan ini, senyawa-senyawa alami tersebut layak dipertimbangkan sebagai kandidat awal untuk pengembangan terapi kanker payudara, namun uji lanjutan secara in vitro dan in vivo diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanan farmakologinya.
Copyrights © 2025