Fenomena quarter life crisis menjadi isu psikologis yang semakin nyata di kalangan dewasa awal, khususnya para fresh graduate yang sedang menghadapi transisi besar dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Pada fase ini, individu rentan mengalami kebingungan akan arah hidup, tekanan sosial, dan kecemasan terhadap masa depan. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (2021) menunjukkan bahwa 42% dewasa awal di Amerika Serikat berusia 18–24 tahun mengalami gejala kecemasan atau depresi, dipicu oleh tekanan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, serta tantangan dalam kehidupan sosial. Fakta ini mencerminkan situasi serupa yang terjadi secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang melibatkan 110 responden fresh graduate berusia 20–25 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala quarter life crisis berdasarkan teori Robbins & Wilner dan skala kecemasan dari Deffenbacher & Hazeleus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan, mayoritas responden yang mengalami quarter life crisis dalam kategori sedang (67,3%) dan kecemasan dalam kategori sedang (74,5%). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,623, dan nilai F sebesar 4.535, yang menunjukkan bahwa quarter life crisis memberikan pengaruh sebesar 62,3% terhadap kecemasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak.
Copyrights © 2025