Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP INTERAKSI GURU-SISWA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN DISIPLIN BELAJAR Nur Kur’ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v21i2.41110

Abstract

Keberhasilan siswa tidak akan lepas dari pendidikan yang diperolehnya. Namun untuk mencapai keberhasilan, siswa harus menerapkan perilaku disiplin dengan mematuhi dan mentaati norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dan motivasi belajar dengan disiplin belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan populasi 60 siswa dan sampel sebanyak 30 siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah 1 Pontianak. Adapun pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Ada hubungan positif antara persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dengan disiplin belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 61,6% ;2) ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan disiplin belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 83,8%;3) secara bersama-sama ada hubungan antara persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dan motivasi belajar dengan disiplin belajar dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 85,3%. Hal ini mengandung pengertian siswa yang yang memiliki persepsi yang positif terhadap interaksi guru-siswa dan memiliki motivasi belajar yang tinggi akan memiliki disiplin belajar yang tinggi. Persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dan motivasi belajar berpengaruh pada disiplin belajar sebesar 72,8% sisanya 27,2% dipengaruhi oleh faktor lain. berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan secara bersama-sama persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap disiplin belajar sehingga disiplin belajar dapat ditingkatkan dengan meningkatkan persepsi siswa terhadap interaksi guru-siswa dan motivasi belajar.
Hubungan Kohesivitas Terhadap Penyesuaian Diri Pada Siswa Kelas X di SMAN 3 Pontianak Rahmayati, Tiara; Nur Kur’ani; Ramadhan, Riszky
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66870

Abstract

Masalah penyesuaian diri di lingkungan sekolah merupakan sebuah tantangan yang dialami oleh remaja, terutama ketika remaja menghadapi tekanan sosial yang berasal dari kelompok teman sebaya. Tekanan sosial dari kelompok teman sebaya yang negatif dapat menghambat kemampuan remaja untuk menyesuaikan diri secara baik. Kurangnya kohesivitas dengan teman sebaya merupakan salah satu hal yang mempengaruhi penyesuaian diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kohesivitas terhadap penyesuaian diri pada siswa kelas X di SMAN 3 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi utama penelitian adalah seluruh siswa kelas X di SMAN 3 Pontianak yang berjumlah 358 siswa dengan sampel sebanyak 95 siswa. Adapun cara pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kohesivitas dan skala penyesuaian diri. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0.000<0.05, yang berarti terdapat hubungan kohesivitas terhadap penyesuaian diri dengan nilai r = 0,559 yang menunjukkan hubungan yang positif dengan taraf korelasi yang sedang. Hal ini menunjukkan semakin tinggi kohesivitas semakin tinggi pula penyesuaian diri pada siswa, sebaliknya semakin rendah kohesivitas semakin rendah pula penyesuaian diri siswa.
Pengaruh Self-Regulated Learning Terhadap Procrastination Academic Siswa/I SMK Negeri 4 Pontianak Febby Vellisa Wulandari; Riszky Ramadhan; Nur Kur’ani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2157

Abstract

Meningkatnya prevalensi prokrastinasi akademik di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tantangan utama dalam implementasi kurikulum merdeka di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh regulasi diri dalam belajar terhadap prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana pada 178 siswa jurusan desain pemodelan dan informasi bangunan di SMK Negeri 4 Pontianak. Data dikumpulkan melalui dua skala terstandar, yaitu regulasi diri dalam belajar dan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan, di mana siswa dengan regulasi diri lebih tinggi cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya regulasi diri dalam mendukung kemandirian belajar dan menekan perilaku penundaan tugas. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya perancangan intervensi pembelajaran yang memperkuat keterampilan regulasi diri siswa, khususnya dalam konteks kurikulum merdeka
Pengaruh Quarter Life Crisis Terhadap Kecemasan Pada Fresh Graduate di Kota Pontianak Recika Aurelia; Jati, Sri Nugroho; Nur Kur’ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena quarter life crisis menjadi isu psikologis yang semakin nyata di kalangan dewasa awal, khususnya para fresh graduate yang sedang menghadapi transisi besar dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Pada fase ini, individu rentan mengalami kebingungan akan arah hidup, tekanan sosial, dan kecemasan terhadap masa depan. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (2021) menunjukkan bahwa 42% dewasa awal di Amerika Serikat berusia 18–24 tahun mengalami gejala kecemasan atau depresi, dipicu oleh tekanan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, serta tantangan dalam kehidupan sosial. Fakta ini mencerminkan situasi serupa yang terjadi secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang melibatkan 110 responden fresh graduate berusia 20–25 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala quarter life crisis berdasarkan teori Robbins & Wilner dan skala kecemasan dari Deffenbacher & Hazeleus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan, mayoritas responden yang mengalami quarter life crisis dalam kategori sedang (67,3%) dan kecemasan dalam kategori sedang (74,5%). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,623, dan nilai F sebesar 4.535, yang menunjukkan bahwa quarter life crisis memberikan pengaruh sebesar 62,3% terhadap kecemasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak.