Rendahnya capaian literasi numerasi di sekolah dasar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor peserta didik, tetapi juga keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun soal yang sesuai dengan karakteristik literasi numerasi dan tuntutan Asesmen Nasional. Kondisi ini ditemukan di SDIT Insan Mulia Bululawang, Kabupaten Malang, berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan soal evaluasi bersifat prosedural, minim konteks kehidupan nyata, dan belum menuntut penalaran siswa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi numerasi melalui program pendampingan penyusunan soal literasi numerasi bagi guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah scientist–practitioner method melalui empat sesi pendampingan yang melibatkan 28 guru. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen soal sebelum dan sesudah pendampingan, lembar observasi, serta refleksi tertulis guru. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan membandingkan skor kualitas soal berdasarkan indikator konteks, stimulus, dan tuntutan penalaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas soal dari kategori “cukup” menjadi “baik”. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pendampingan intensif berbasis analisis dan revisi soal secara kolaboratif untuk mendukung penguatan literasi numerasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026