Penelitian ini mengeksplorasi peran Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan layanan pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Melalui metode Narrative Literature Review. Fokus utama mencakup personalisasi pembelajaran praktik, analisis data kinerja workshop, dan efisiensi administrasi Teaching Factory (TEFA). enelitian ini menganalisis berbagai literatur kumpul dari Google Scholar (September–November 2025) dengan kriteria relevansi SMK, kompetensi keahlian, dan indeksasi bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) AI mendukung personalisasi simulasi industri (misalnya VR/AR untuk TKR/kuliner) dan meningkatkan hasil uji kompetensi hingga 30%; (2) Analisis prediktif real-time via IoT mendeteksi risiko gagal BNSP lebih dini; (3) Otomatisasi administrasi mengurangi beban hingga 40%, memungkinkan guru fokus mentoring DUDI. Namun, tantangan mencakup infrastruktur terbatas (workshop IoT, koneksi akses yang sulit dijangkau), kurangnya pelatihan guru dan privasi data magang. Rekomendasi: kolaborasi Kemdikbudristek–DUDI–LSP, CSR infrastruktur, pelatihan TEFA, serta data governance SMK. Studi kasus SMKN mengilustrasikan integrasi AI kontekstual untuk link and match inklusif. AI berpotensi merevolusi vokasi menjadi adaptif, siap kerja, dan berdaya saing global.
Copyrights © 2025