The Sekura tradition is an important cultural heritage for the people of West Lampung, reflected through the Sekura Mask and its accompanying dance. This tradition embodies social and cultural values such as togetherness, mutual cooperation, and gratitude, which are integral to the local community's way of life. Although this tradition is still maintained today, globalization presents significant challenges to its preservation. The influence of foreign cultures, particularly through social media and technology, has caused the younger generation to drift away from traditional arts. Therefore, serious efforts are needed to introduce and engage the younger generation in preserving the Sekura tradition. Education about the importance of local culture, along with the dissemination of information through various media channels, can help introduce and safeguard this tradition. The preservation of the Sekura tradition relies not only on government support but also on active community participation. Tradisi Sekura merupakan warisan budaya yang penting bagi masyarakat Lampung Barat, yang tercermin melalui Topeng Sekura dan tarian yang menyertainya. Tradisi ini mengandung nilai-nilai sosial dan budaya, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Meskipun tradisi ini masih dijaga hingga saat ini, globalisasi memberikan tantangan besar terhadap pelestariannya. Pengaruh budaya asing, terutama melalui media sosial dan teknologi, membuat generasi muda semakin jauh dari budaya tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperkenalkan dan melibatkan generasi muda dalam melestarikan tradisi Sekura. Pendidikan tentang pentingnya budaya lokal, serta penyebaran informasi melalui berbagai saluran media, dapat membantu memperkenalkan dan menjaga tradisi ini. Pelestarian tradisi Sekura tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
Copyrights © 2025