Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN STORYNOMICS TOURISM BERBASIS BUDAYA UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS BAGI MULI MEKHANAI Ali, Sandika; Munaris; Insani, Marzius; Meirita, Siska; Al Farabi, M. Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila; Andriansyah; Hasanah, Septia Uswatun; Oktarina, Detia Aulia
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1386

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas komunitas Muli Mekhanai dalam menggali, menyusun, dan menyampaikan narasi budaya lokal sebagai sarana promosi destinasi. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan, mitra masih menghadapi keterbatasan dalam memahami konsep storynomics, rendahnya keterampilan menarasikan budaya lokal secara menarik, serta kurangnya penguasaan media digital sebagai alat komunikasi promosi. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah pelatihan terpadu yang mencakup: (1) pemahaman konseptual tentang storynomics Tourism dan pariwisata budaya, (2) teknik penggalian dan penulisan cerita budaya lokal, (3) pelatihan komunikasi visual dan produksi konten digital, serta (4) presentasi dan pembuatan proyek akhir narasi destinasi berbasis budaya. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teoritis, workshop kreatif, praktik produksi konten, dan bimbingan teknis. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran berupa peningkatan kapasitas naratif peserta, portofolio konten promosi berbasis cerita budaya lokal, serta modul pelatihan storynomics yang dapat direplikasi. Dampak jangka panjang yang dituju adalah terciptanya duta wisata yang tidak hanya representatif secara fisik, tetapi juga memiliki kecakapan naratif dan digital dalam mempromosikan pariwisata yang berakar pada nilai-nilai budaya Lampung dan Indonesia secara luas. This community service activity aims to increase the capacity and creativity of the Muli Mekhanai community in exploring, compiling, and conveying local cultural narratives as a means of destination promotion. Based on the identified problems, partners still face limitations in understanding the concept of storynomics, low skills in narrating local culture in an engaging manner, and a lack of mastery of digital media as a promotional communication tool. Therefore, the solution offered is integrated training that includes: (1) a conceptual understanding of storynomics in tourism and cultural tourism, (2) techniques for exploring and writing local cultural stories, (3) training in visual communication and digital content production, and (4) presentation and creation of a final project on a culture-based destination narrative. The implementation method includes theoretical material delivery, creative workshops, content production practice, and technical guidance. This activity is expected to produce outcomes in the form of increased narrative capacity for participants, a portfolio of promotional content based on local cultural stories, and a replicable storynomics training module. The intended long-term impact is the creation of tourism ambassadors who are not only physically representative but also possess narrative and digital skills in promoting tourism rooted in the cultural values ​​of Lampung and Indonesia more broadly.
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: SIKAP BAHASA GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA LAMPUNG DI BANDAR LAMPUNG Sofiyana, Rosa; Bela, Selsa; Sari, Mei Fatmila; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Kartika, Atik
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.814

Abstract

This sociolinguistic study explores the language attitudes of young generations towards the Lampung language in Bandar Lampung, addressing the critical issue of local language vitality in the era of globalization. Employing a qualitative literature review methodology, the research analyzed academic publications from 2014-2024 focusing on language attitudes, sociolinguistics, and regional language preservation. Through comprehensive data extraction and thematic analysis, the study identified three primary factors influencing young people's language attitudes: globalization and modernization, education and media, and social structural changes. The findings reveal a significant decline in Lampung language usage among youth, highlighting its diminishing attractiveness as a communication tool and local identity symbol. The research contributes theoretical insights into the dynamic relationship between language attitudes, cultural identity, and modernization challenges, emphasizing youth's crucial role as social change agents. Strategic recommendations include holistic preservation approaches, educational program development, cultural expression platforms, and leveraging digital technologies to revitalize the Lampung language.   Studi sosiolinguistik ini mengeksplorasi sikap bahasa generasi muda terhadap bahasa Lampung di Bandar Lampung, dengan menyoroti isu penting mengenai vitalitas bahasa lokal di era globalisasi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis publikasi akademik dari tahun 2014-2024 yang berfokus pada sikap bahasa, sosiolinguistik, dan pelestarian bahasa daerah. Melalui ekstraksi data yang komprehensif dan analisis tematik, studi ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi sikap bahasa anak muda: globalisasi dan modernisasi, pendidikan dan media, serta perubahan struktur sosial. Temuan penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penggunaan bahasa Lampung di kalangan remaja, menyoroti berkurangnya daya tarik bahasa ini sebagai alat komunikasi dan simbol identitas lokal. Penelitian ini memberikan wawasan teoritis mengenai hubungan dinamis antara sikap bahasa, identitas budaya, dan tantangan modernisasi, dengan menekankan peran generasi muda.
SINERGI MUSIK BUTABUH DAN HADRAH: KETERKAITAN BUDAYA DAN SPIRITUALITAS DALAM TRADISI LAMPUNG DI PEKON PADANG KHINCANG Aris, Muhammad; Danema, Nur Imania; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.818

Abstract

Musik Butabuh dan Hadrah merupakan bagian integral dari tradisi masyarakatLampung, khususnya di Pekon Padang Khincang. Penelitian ini bertujuan mengungkap sinergi keduanya dalam melestarikan nilai budaya dan spiritual. Musik Butabuh, yang diwariskan secara turun-temurun,mengandung unsur adat istiadat dan kearifan lokal, sementara Hadrah, dengan lantunan salawatnya, memperkuat aspek keagamaan. Keduanya kerap dimainkan bersama dalam acara adat seperti pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu, menciptakan suasana sakral dan memperkuat identitaskomunitas. Penelitian ini Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi argumentatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Butabuh, seni musik tradisional khas Lampung, merefleksikan kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat, sedangkan Hadrah lebih berfokus pada nilai-nilai keislaman melalui lantunan salawat. Keduanya sering dimainkan bersama dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan khitanan, menciptakan harmoni antara budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi ini jugamenunjukkan adaptasi masyarakat Lampung dalam melestarikan warisan budaya mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya melestarikan Butabuh dan Hadrah sebagai warisan budaya yang sarat makna spiritual dan sosial.
PERAN TRADISI SEKURA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG Tamara , Sherlia; Afriliyana, Dina; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.1286

Abstract

The Sekura tradition is an important cultural heritage for the people of West Lampung, reflected through the Sekura Mask and its accompanying dance. This tradition embodies social and cultural values such as togetherness, mutual cooperation, and gratitude, which are integral to the local community's way of life. Although this tradition is still maintained today, globalization presents significant challenges to its preservation. The influence of foreign cultures, particularly through social media and technology, has caused the younger generation to drift away from traditional arts. Therefore, serious efforts are needed to introduce and engage the younger generation in preserving the Sekura tradition. Education about the importance of local culture, along with the dissemination of information through various media channels, can help introduce and safeguard this tradition. The preservation of the Sekura tradition relies not only on government support but also on active community participation. Tradisi Sekura merupakan warisan budaya yang penting bagi masyarakat Lampung Barat, yang tercermin melalui Topeng Sekura dan tarian yang menyertainya. Tradisi ini mengandung nilai-nilai sosial dan budaya, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Meskipun tradisi ini masih dijaga hingga saat ini, globalisasi memberikan tantangan besar terhadap pelestariannya. Pengaruh budaya asing, terutama melalui media sosial dan teknologi, membuat generasi muda semakin jauh dari budaya tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperkenalkan dan melibatkan generasi muda dalam melestarikan tradisi Sekura. Pendidikan tentang pentingnya budaya lokal, serta penyebaran informasi melalui berbagai saluran media, dapat membantu memperkenalkan dan menjaga tradisi ini. Pelestarian tradisi Sekura tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
PERAN HIPPUN DALAM MEMPERKUAT IKATAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA GIHAM SUKAMAJU, KABUPATEN LAMPUNG BARAT Eprida Yunara, Nadia; Andini, Sisca Dwi; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.289

Abstract

Hippun tradition is a traditional event carried out by the Lampung indigenous people, especially the West Lampung community who will carry out a wedding. The purpose of this study was to describe the role of hippun in strengthening social ties in the community of Pekon Giham Sukamaju, Sekincau District, West Lampung Regency. The results of this study found that there were a number of processes that were passed through during the hippun event and with one of the principles contained in hippun, namely sakai sambayan (mutual cooperation, helping each other) had an influence on social solidarity so that it could create a sense of empathy, sympathy and togetherness, as well as the involvement of all levels of society regardless of social class. The Hippun tradition has proven to be effective and can be used as a tool to strengthen the bonds of brotherhood and friendship between communities because they are united in one container and unite their minds so that they can achieve the same goal, there is mutual assistance between relatives, families and communities so that they create an attitude of upholding and working together in the nayuh traditional tradition so that the event can run smoothly. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran hippun dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat di Desa Giham Sukamaju, kecamatan sekincau kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya sejumlah proses-poses yang di lalui pada saat acara hippun itu berlangsung dan dengan adanya salah satu pi’il yang terkandung didalam hippun yaitu sakai sambayan (gotong royong, tolong menolong) memiliki pengaruh terhadap solidaritas sosial sehingga, dapat terciptanya rasa empati, simpati dan rasa kebersamaan, serta keterlibatan semua lapisan masyarakat tanpa memandang kelas sosial. Tradisi Hippun terbukti efektif dan mampu dijadikan alat untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar masyarakat karena disatukan dalam satu wadah dan menyatukan pikiran sehingga bisa mencapai tujuan yang sama, adanya saling bantu membantu antar sesama kerabat, keluarga dan masyarakat agar menjadikan sikap menjunjung tinggi serta bekerja sama dalam tradisi adat nayuh sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan lancar.
EKSPLORASI SENI GITAR TUNGGAL DI KELURAHAN KOMERING AGUNG Kurniawan, Aldo; Ronalta, Ratna Rahayu; Sari, Mei Fatmila; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.808

Abstract

Seni gitar tunggal Lampung di Komering Agung adalah manifestasi seni yang kaya dan beragam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas masyarakat di wilayah ini. Abstrak ini membawa kita dalam perjalanan melalui eksplorasi musik gitar tunggal, mengungkapkan akar sejarahnya, karakteristik uniknya, serta peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari dan perayaan budaya. Musik gitar tunggal ini merupakan ekspresi artistik yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan kreativitas dan keberlanjutan tradisi dalam masyarakat Komering Agung. Dengan menggali lebih dalam ke dalam seni gitar tunggal Lampung, kita dapat memahami bagaimana seni ini berfungsi sebagai penghubung antara dua masa yakni masa kini dan masa lalu, serta sebagai medium pendukung warisan budaya yang tak ternilai dalam masyarakat ini. Lampung solo guitar art in Komering Agung is a rich and varied artistic manifestation that is an inseparable part of the culture and identity of the people of this region. This abstract takes us on a journey through an exploration of solo guitar music, revealing its historical roots, unique characteristics, and important role in everyday life and cultural celebrations. This solo guitar music is a deep and varied artistic expression, reflecting the rich creativity and continuity of tradition in the Komering Agung community. By digging deeper into Lampung solo guitar art, we can understand how this art functions as a link between two eras, namely the present and the past, as well as a medium to support the invaluable cultural heritage of this society.
PERANAN SEBUAH BAHASA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA LAMPUNG DI RUANG LINGKUP MASYARAKAT Putri, Ayu Setiyo; Sari, Mei Fatmila; Meirita, Siska; Kartika, Atik; Lutfi, Nurul Ramadhina; Putri, Nadia Aulia
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.819

Abstract

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.Tujuan penelitian ini untuk memahami peran bahasa Lampung dalam membentuk dan menjaga identitas budaya masyarakat Lampung, terutama di tengah pengaruh globalisasi yang mengancam keberlangsungan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi atau wawancara individu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Lampung memiliki peran penting dalam mencerminkan dan memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung.Bahasa ini digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari, ekspresi lisan, serta dalam upacara adat. Bahasa menjadi simbol keberadaan budaya yang membedakan masyarakat Lampung dengan kelompok etnis lain. Language is a system of arbitrary sound symbols used by society to work, interact and identify themselves. The aim of this research is to understand the role of the Lampung language in forming and maintaining the cultural identity of the Lampung people, especially amidst the influence of globalization which threatens the sustainability of regional languages. This research uses a qualitative approach with data collection techniques carried out by conducting observations or individual interviews. The results of this research show that the Lampung language has an important role in reflecting and strengthening the cultural identity of the Lampung people. This language is used as a means of daily communication, oral expression, and in traditional ceremonies. Language is a symbol of cultural existence that differentiates Lampung people from other ethnic groups.